
Ilustrasi pelecehan seksual bawah umur. (Sumber foto: net)
BALIKPAPAN – Kasus pelecehan seksual terjadi di Kota Balikpapan. Kali ini, dialami seorang balita. Diduga pemilik kos jadi pelaku pelecehan seksual yang dialami balita tersebut.
SB (28), ibu korban mengaku anaknya telah menjadi korban asusila berawal dari laporan anaknya sendiri. Sang anak mengaku sakit di area kemaluan.
“Anak saya sering mengeluh perih sambil menunjukkan kemaluannya. Terakhir, saat bermain ke rumah bapak kos pada 1 Oktober, dia mengeluh lagi sambil memegang kemaluannya,” ungkap SN, Jumat (20/12/2024).
Setelah diperiksa secara medis, anak SB menunjukkan adanya tanda-tanda pelecehan seksual.
SB pun memutuskan pindah dari kos-kosan tersebut. Tujuannya agar pelaku tidak mencari anaknya lagi. Namun, SB mendapat intimidasi langsung oleh terduga pelaku usai pindah lokasi kos sebelumnya.
“Bapak kos mendatangi kami dan mengintimidasi, berkata jangan macam-macam karena dia orang Balikpapan dan punya banyak keluarga di sini,” tutur SB.
Karena merasa tidak aman, keluarga korban kembali memutuskan untuk pindah ke tempat lain yang lebih sulit diakses.
“Kami sampai pindah dua kali karena takut dia datang lagi dan kembali melakukan intimidasi,” ujar SB cemas.
SB juga mengungkapkan bahwa ia dan suaminya adalah perantau dari Palembang dan baru beberapa tahun menetap di Balikpapan.
“Saya baru dua tahun di sini, sedangkan suami saya sudah tiga tahun,” pungkasnya.
Hingga kini, kasus ini diserahkan kepada kuasa hukumnya dari Hutama Law Firm.
Kuasa hukum dalam kasus ini, Febri, membenarkan bahwa pihaknya menangani kasus ini.
“Sekarang kasus ini kami tangani. Laporan sudah masuk ke kepolisian, dan dalam waktu dekat saya dipanggil ke Polda,” tukas Febri. (*/pry)





