Format Baru untuk Tarik Minat Regenerasi Angkat Besi

Format Baru untuk Tarik Minat Regenerasi Angkat Besi

SAMARINDA – Cabor Angkat Besi di Indonesia kini sudah mulai dikenali masyarakat luas berkat prestasi Rizky Juniansyah yang berhasil meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Paris pada Agustus 2024 lalu. Namun disamping itu, cabor tersebut masih kesulitan dalam menarik minat masyarakat dan melakukan regenerasi atlet.

Untuk itu Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), mendapatkan usulan bahwa penyelengaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Nusa Tenggara 2028 nanti bisa membuat format medali per angkatan. Usulan tersebut melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada November lalu.

Pelatih Angkat Besi Kaltim, Rendy Radityo Ary, menjelaskan bahwa Pengprov PABSI yang hadir meminta hal itu dijalankan pada PON edisi ke-22 nanti seperti pada Tahun 1998 silam dengan format medali per angkatannya.

“Alasan utamanya untuk pemerataan pembinaan nasional karna angkat besi ini cabor yang diunggulkan, tapi bibitnya itu sangat kurang karena minat masyarakat sangat kurang, dengan adanya medali 3 itu pasti bisa mengangkat perekonomian keluarga disitu kita cari celah agar angkat besi ini bisa menarik minat masyarakat,” katanya, Jumat (20/12/2024).

Sementara pada Olimpiade memang sudah menerapkan format tersebut, sehingga pembinaan atlet di Indonesia belum mendapatkan kemajuan karena belum mengaplikasikannya dalam setiap PON bergulir.

“Jangan samakan kita sama olimpik. Kalau pembinaan daerah begitu kapan majunya Indonesia. Kita harus melihat pembinaan daerah, kalau larinya ke olimpik dan Sea Games beda lagi ceritanya, tapi masyarakat Indonesia harus sejahtera dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rendy menerangkan jika Pengprov PABSI Kaltim kembali berjuang untuk menerapkan format tersebut di ajang Porprov Kaltim ke-8 di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang, sebab yang sebelumnya telah sukses terselenggara di Berau.

“Makanya kami sudah berjuang di Porprov itu dan di Berau sudah 3 medali. Untuk di Paser ini kami akan rapat terus sampai kapanpun medali 3 itu wajib hukumnya di Porprov karena pembinaan kita supaya berjangka panjang jalan terus,” ujarnya Rendy.

Menurutnya format per angkatan ini bisa menarik minat bibit muda yang ada dan masyarakat untuk menggemari cabor.

“Kalau medali 3 itu pasti terbantu keluarga mereka dan itu menggaet masyarakat lain supaya ikut latihan bareng dan massa kita makin banyak. Jadi sudut pandangnya itu bukan karena apa karena kita cari bibit itu susah,” katanya Rendy menambahkan.

Dalam Rakernas yang digelar itu pun disanggupi oleh Ketua Umum PB PABSI, dan langsung memberikan pernyataan format ini kepada KONI Pusat, agar PON yang akan digelar dalam waktu 4 tahun lagi bisa sukses penyelenggaraan, khususnya cabor angkat besi. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *