
Ilustrasi bayi tabung. (Sumber foto: Shutterstock)
BALIKPAPAN – Program bayi tabung menjadi salah satu upaya medis untuk meningkatkan persentase kehamilan wanita. Menurut praktisi kesehatan RSIA Ferina, Dr. dr. Ashon Sa’adi, Sp.OG mengatakan tingkat keberhasilan memiliki keturunan lewat program bayi tabung bisa mencapai 70 persen.
Namun persentase itu tergantung dari kondisi kesehatan pasangan yang menjalani program tersebut. Hanya saja program tersebut tidak memakan biaya sedikit. Diperkirakan untuk program tersebut membutuhkan biaya kurang lebih Rp80 juta.
Sementara itu, dr Ashon menyinggung soal kesuburan pria dan Wanita. Menurutnya, ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan tingkat fertilitas.
Adapun yang paling umum adalah gangguan kesehatan seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), miom, dan kelainan pada saluran tuba.
Dr. Ashon menekankan, pentingnya edukasi dan evaluasi kesehatan yang dilakukan oleh petugas medis sebelum, serat setelah pernikahan.
“Kesehatan reproduksi harus diperhatikan sejak dini, agar masalah fertilitas dapat diketahui lebih awal. Sehingga tidak terlambat dalam penanganannya,” ujarnya, pada Seminar Awam Mengatasi Masalah Infertilitas Secara Tuntas yang digagas RSIA Ferina Surabaya, di Balikpapan.
Selain itu, gaya hidup juga turut berperan dalam menurunnya kesuburan. Obesitas, konsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat, serta kurangnya olahraga turut menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas kesuburan.
Sebaliknya, sangat dianjurkan menjaga keseimbangan pola makan. Seperti diet mediterania yang diimbangi dengan olahraga yang teratur, dan istirahat yang cukup.
Dr. Ashon juga mengungkapkan bahwa semakin bertambahnya usia, terutama di atas 32 tahun, kualitas kesuburan seseorang baik pria maupun wanita akan semakin menurun.
Untuk wanita, setelah usia 35 tahun, penurunan kesuburan ini akan semakin signifikan. Sementara untuk pria mengacu pada usia setelah 50 tahun. (pry)



