
SAMARINDA – Dalam ajang babak kualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra Popnas) Zona IV 2024 di Kendari yang telah usai belum lama ini, kontingen Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sukses menempati peringkat 2 dari 7 daerah.
Peringkat kedua diraih ini setelah mengoleksi dengan 12 keping emas, 17 perak dan 8 perunggu. Di mana menatap Popnas di Aceh dan Sumut 2025 mendatang, hanya ada 7 cabor saja yang akan diikuti Kaltim.
Di mana, 10 dari 12 medali emas tersebut merupakan sumbangsih dari cabor pencak silat, dengan totalan 10 emas, 8 perak dan 4 perunggu. Otomatis ada 18 pesilat Benua Etam yang lolos ke Popnas.
Atas capaian tersebut, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman, sangat mengapresiasi para pendekar yang berlaga. Sebab selama pantauannya di Kendari, hal ini sesuai proses seleksi yang digelar sebelumnya.
“Saya melihatnya karena faktor seleksi cukup ketat pada saat kejuaraan Piala Gubernur karena indikator seleksinya saat itu,” ujar Rasman.
Kemudian peningkatan prestasi ini juga setelah melihat atlet seniornya mendapatkan medali emas pada PON ke-21 di Aceh dan Sumut yang lalu. Sehingga para pendekar pelajar ini termotivasi untuk menjadi penerus kedepannya.
“Kedua kemungkinan juga karena permainanya berkualitas saat itu. Ketiga tren silat lagi bagus-bagusnya karena hampir semua kejuaraan membawa nama Kaltim termasuk PON kemarin,” katanya menerangkan.
Rasman menambahkan, bahwa Dispora Kaltim berharap prestasi ini tidak terhenti disini saja, melainkan diteruskan lebih baik kedepannya. Sebab ajang sesungguhnya akan tersaji pada Popnas tahun depan.
“Kita berharap agar silat ini betul-betul mempertahankan prestasi yang ada,” ucap Rasman berharap.
Nantinya akan ada 18 pendekar Kaltim yang akan berlaga dalam ajang Popnas yang terselenggara pada 2025 di Aceh dan Sumut mendatang. Sehingga para atlet diharapkan untuk menjaga performa hingga hari H penyelenggaraan nanti. (Adv)





