Potensi Perikanan PPU sangat Tinggi, Dinas Perikanan Tingkatkan SDM Nelayan dengan Kegiatan Diklat

Nelayan yang berada di Penajam Paser Utara. (istimewa)

PENAJAM – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di nelayan sangat dibutuhkan di Penajam Paser Utara. Sebab, Kabupatenn yang berseberangan dengan Balikpapan ini memiliki potensi kekayaan laut yang besar. Dengan meningkatnya kualitas SDM nelayan diharapkan dapat meningkatkan jumlah tangkapan ikan yang berpengaruh terhadap pendapatan nelayan dan daerah.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Rozihan Azward mengatakan, untuk memacu produktivitas nelayan dilakukan berbagai macam kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi yang berbentuk pendidikan dan pelatihan (Diklat). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan nelayan.

“Jadi, ada yang sudah kita lakukan selama ini, mulai dari menyiapkan peralatan dan sebagainya, termasuk peningkatan SDM,” katanya, Selasa beberapa waktu lalu.

Rozihan juga menekankan bahwa potensi perikanan tangkap di Kabupaten PPU sangat luar biasa. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi ini diyakini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya nelayan.

“Kita memiliki sumber daya yang melimpah, dan jika dioptimalkan, hasilnya bisa sangat menguntungkan,” ujarnya.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga membuka peluang pasar yang semakin terbuka, yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Diskan PPU memiliki target produksi yang harus meningkat setiap tahun, sejalan dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk jumlah produksi ikan tangkap.

“Memang tidak muluk-muluk, namun minimal ada peningkatan 20 persen produksi ikan tangkap dari tahun lalu,” ucapnya

Pada tahun 2023, produksi ikan tangkap di Kabupaten PPU mencapai lebih dari enam ribu ton. Tahun ini, Diskan PPU sedang berupaya untuk mencapai target peningkatan 20 persen, dengan dukungan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Karena dasarnya, anggaran yang kami keluarkan cukup besar berkaitan dengan pemenuhan sarana,” tuturnya.

Rozihan melanjutkan bahwa beberapa program lain juga akan dilaksanakan sepanjang tahun 2024, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan produksi. Selain sektor perikanan tangkap, Diskan PPU juga mendorong peningkatan produksi di bidang budidaya ikan, baik di air payau maupun air tawar.

“Ketika kita tidak terlalu muluk-muluk dengan target perikanan tangkap, otomatis kita tingkatkan produksi ikan budidaya,” pungkasnya. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *