
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Menjawab tanya, dari banyak masyarakat perihal ada tidaknya pasar Ramadhan yang biasanya berpusat di kawasan Gelanggang olahraga (GOR) Segiri Samarinda.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, melalui Kepala UPTD GOR Segiri, Aspian Nuur, menerangkan terkait kegiatan rutin tersebut.
“Kalau dari Disporapar, pasar Ramadhan positifnya di sini. Karena permintaan banyak dari masyarakat dan pedagang, mereka mencari titik tengah, untuk akses kendaraan umum maupun pribadi lebih nyaman,” tuturnya ditemui saat peninjauan pemasangan tenda di GOR Segiri, Jumat (8/3/2024) kemarin.
Mengingat bahwa proyek revitalisasi di kawasan tersebut sedang berjalan, dan ada beberapa lokasi yang diwacanakan akan menjadi titik kumpul pasar Ramadhan tahun ini.
“Kebetulan juga kegiatan proyek revitalisasi ini belum berjalan lagi, mungkin setelah lebaran baru dilanjutkan,” jelasnya.
Karena terbatasnya kawasan yang dapat dijadikan area parkir, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut.
“Kalau untuk parkir kita gunakan di eks counter hp dan di dekat kolam renang kita gunakan, untuk retribusi parkir dikelola langsung dari Dinas Perhubungan,” ucapnya.
Pasar Ramadhan ini bukan hanya kegiatan Disporapar saja, namun dalam naungan Pemkot Samarinda yang bersinergi bersama beberapa Instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meliputi Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Perbankan.
“Kita melibatkan OPD terkait dan ada juga perbankan (Bank Kaltimtara) selaku mitra sponsorship kita,” paparnya.
Sementara itu, tarif yang dikenakan untuk pedagang tentunya sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang berlaku. Hanya saja ada sedikit tambahan untuk biaya operasional listrik dan kebersihan.
“Biaya yang dikeluarkan pedagang sesuai perda yaitu sebesar Rp1,5 juta, namun kita kenakan Rp1,7 juta, 200 ribu itu untuk listrik dan kebersihan selama satu bulan selama puasa,” terangnya.
Untuk jumlah slot pedagang yang sudah terdaftar, ia mengatakan bahwa sudah penuh. Pihaknya telah mengurangi dari kuota terdahulu, mengingat terjadi penyempitan area yang dapat digunakan saat ini.
“Jumlahnya kurang lebih 100 tenant, kita kurangi jumlahnya dari yang dulu, termasuk ukurannya dahulu 4×4 meter persegi menjadi 3×3 meter persegi, karena lahan semakin sempit,” tambahnya.
“Kita mengutamakan pedagang lama, kecuali yang lama tidak masuk, baru kita masukkan slot untuk pedagang baru,” sambungnya.
Pihaknya mewajibkan para pedagang untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Selain meminimalisasi peredaran uang palsu, pemilik merchant juga tidak perlu menyiapkan uang kembalian kepada pembeli dan pedagang juga dapat prioritas memperoleh kredit.
“Tahun 2020 dulu kita memperkenalkan, 2021 mulai mengaplikasikan, 2022 sudah mulai berjalan, 2023 sudah wajib, 2024 ini sangat wajib bagi pedagang untuk menggunakan Qris,” pungkasnya. (As)






di gor segiri sampe tgl brp