
SAMARINDA – KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar program tahapan persiapan jelang Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yakni pelatihan SDM pelatih dan penanganan cidera, pada Selasa (6/2/2024) di Hotel Mesra Samarinda.
Di mana kegiatan yang berjalan selama 2 hari atau sampai 7 Februari besok itu, telah dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Narasumber pelatihan SDM Pelatih, Konsultan Teknik KONI Kaltim, Dikdik Zafar Sidik menjelaskan ada 5 poin dasar penting yang perlu dimiliki oleh pelatih. Menurutnya poinntersebut guna menambah wawasan para peserta.
“Pertama knowledge atau pengetahuan, mudah-mudahan dengan pelatihan ini ada pengetahuan tambahan kalau pun ada hal-hal lama kita gunakan itu sifatnya penyegaran tapi kalau ada hal baru terkait bagaimana olahraga prestasi modern ini tentu ini kebaruan bagaimana kita membuat inovasi dalam program latihan,” ucap Dikdik.
Dari pengetahuan atau wawasan yang dimiliki pelatih, perlu adanya kemampuan lebih dari seorang pelatih.
“Kedua, ebility yakni kemampuan mengaplikasikan dari knowledge bagaimana setelah paham mampu tidak menerapkannya secara coaching sains, training sains, atau secara melalui sport sains,” katanya.
Setelah kedua poin tersebut, Ia menjelaskan soal kompetensi pelatih yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik antar sesama tim.
“Ketiga, kompetensi pelatih yang real artian skill yang paham betul terkait tuntutan cabor tapi dia juga harus punya skill dalam berinteraksi dalam atlet dan antar pelatih, sehingga nanti atlet dengan atlet nantinya, pelatih dengan pelatih, pelatih dengan atlet itu terjadi komunikasi yang harmonis tidak ada kejadian yang kemudian menyebabkan resistensi di dalam latihan itu sangat bergantung skill pelatih baik secara visual, verbal maupun taktikal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dikdik yang bertitle profesor itu juga menerangkan pengalam dari PON yang selalu diikuti menjadi hal besar yang bisa mengaplikasikan hasil pengalamannya melihat kekuatan dari daerah lain.
“Keempat, kompetensi ini menjadi modal ketika 3 hal diatas sudah dimiliki yakni pengalaman, pelatih punya pengalaman ketika dia jadi atlet, dia punya pengalaman ketika bergerak menjadi pelatih dan berlangsung proses latihannya dari tahun ke tahun itu bagian dari pengalaman sebagai kompetensi pelatih,” tambahnya.
Sedangkan poin yang terakhir, Ia kembali menjelaskan soal etika yang nantinya diterapkan dalam test psikologis agar pelatih yang melatih anak asuhnya memiliki mentalitas serta pemahaman dalam memberikan yang baik dan benar terhadap atlet.
“Kelima, etika, makanya ada test spikologis tujuan kita untuk melihat apakah pelatih yang kompeten itu dilandasi dengan etik dan perilaku artinya ada sikap yang betul-betul sebagai pelatih yang mumpuni diandalkan yang unggul itu disebut potensial coach artinya pelatih yang potensial dan berbakat karena secara koperhensif bukan saja nalarnya tapi bagaimana menciptakan nalar itu untuk di implementasikan,” ungkapnya.
Dikdik Zafar Sidik berpendapat kelima potensi dasar yang dijelaskan sebelumnya itu sangat erat kaitannya guna menunjang prestasi atlet kedepannya. Sehingga baginya hal itu memiliki filosofi kepelatihan yang akan menghadirkan filo yang artinya cinta dan sofi artinya bijak sehingga segala sesuatunya yang dirancang program latihan atas dasar cinta dan kasih sayang dengen penuh kebijaksanaan. (Dy)





