Bantuan Rumah Ibadah di Desa Cibulakan dari Pemkot dan Masyarakat Balikpapan Diresmikan

Bantuan rumah ibadah dari Pemkot dan masyarakat Balikpapan, yakni Masjid Miftahul Khoer di Desa Cibulakan, Cianjur, diresmikan Selasa (7/11/2023) kemarin.

BALIKPAPAN – Bantuan rumah ibadah dari Pemkot dan masyarakat Balikpapan, yakni Masjid Miftahul Khoer di Desa Cibulakan, Cianjur, diresmikan Selasa (7/11/2023) kemarin. Bantuan tersebut sebagai tindakan kemanusiaan setelah musibah gempa bumi yang melanda daerah tersebut pada tahun 2022 lalu.

Gempa itu merusak banyak rumah warga dan menelan korban jiwa.

Sesampainya di desa Cibalukan, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud disambut hangat oleh Bupati Cianjur Herman Suherman dan warga sekitar.

“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan solidaritas dari pemerintah kota Balikpapan dan masyarakatnya terhadap warga Cianjur yang terdampak gempa bumi,” ungkapnya.

Rahmad Mas’ud menjelaskan bahwa bantuan tersebut juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara Balikpapan dan Cianjur, mengingat banyak juga warga dari kedua daerah ini saling mendiami. Dengan diresmikannya maajid tersebut, diharapkan warga Desa Cibulakan dan sekitarnya dapat memanfaatkan dengan baik untuk kegiatan ibadah dan kegiatan sosial lainnya.

Tidak lupa Wali Kota mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur atas sambutan hangat dan kerjasama yang baik dalam mewujudkan proyek pembangunan masjid ini.

“Semoga masjid ini menjadi tempat yang memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga yang memanfaatkannya,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur kemudian menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kepada masyarakat Cianjur, ketika menghadapi musibah gempa bumi tahun 2022 lalu.

“Pak Wali (Rahmad Mas’ud) sudah memberikan bantuan berupa pembangunan Masjid Jami Miftahul Khoer di Kampung Garogol. Semoga apa yang telah diberikan kepada warga, masyarakat Cianjur yang terdampak bencana alam. InsyaAllah ini menjadi amal kebaikan,” ujar Herman Suherman.

Gempa bumi di Cianjur itu terjadi 21 November 2022, dengan kekuatan 5,6 magnitudo. Saat itu dilaporkan ada banyak warga terdampak dan kerusakan hunian warga, khususnya untuk seluruh kawasan Cianjur, Jawa Barat.

Gempa di Cianjur berdampak merusak, sampai  ratusan orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. Cianjur salah satu wilayah di Jawa Barat yang terkena musibah di tahun itu, dan menambah daftar panjang bencana yang terjadi di Jawa Barat pada 2022.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 29 Desember 2022 telah terjadi sebanyak 3.507 bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Dari total bencana yang tercatat itu, banjir dengan 1.504 kejadian di berbagai daerah, disusul  1.042 cuaca ekstrem, 633 tanah longsor, 251 kebakaran lahan dan hutan, 28 gempa bumi, 26 gelombang pasang, 4 kekeringan, dan satu letusan gunung berapi.

Adapun provinsi yang mengalami jumlah kejadian terbanyak adalah Jawa Barat, dengan total kejadian 819 bencana sepanjang tahun 2022. Disusul Jawa Tengah 478 bencana, dan Jawa Timur 401 bencana.

Sedangkan, untuk wilayah yang paling sedikit terjadi bencana adalah Provinsi Papua, yaitu tercatat 9 kejadian bencana sepanjang tahun 2022.

Keseluruhan bencana ini telah menelan sebanyak 1.043 korban meninggal, 9.036 luka-luka, 64 orang hilang, dan sebanyak 5.378.533 korban menderita dan mengungsi.

Dampak kerusakan yang dialami pasca bencana, sebanyak 19.952 bangunan rusak berat, 22.976 bangunan rusak sedang, 51.798 bangunan rusak ringan, dan 981.755 bangunan terendam. Adapun fasilitas yang mengalami kerusakan akibat dari bencana-bencana tersebut, yakni 1.238 fasilitas pendidikan, 647 fasilitas tempat peribadatan, 94 fasilitas kesehatan, 163 perkantoran, dan 338 jembatan. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *