Pamerkan Kebudayaan Kain Tradisional Melalui Wastra Borneo 2022 di Museum Mulawarman

Foto : Pameran Wastra Borneo 2022. Sumber Foto : Kaltimedia.com

Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Pamerkan kebudayaan kain tradisional Pulau Kalimantan melalui Warisan Nusantara (Wastra) Borneo, yang dilaksanakan di Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dimana sebanyak sembilan museum terlibat dalam acara tersebut, yakni Museum Serawak Malaysia, Museum Sabah Malaysia, Museum Brunei Darusalam, Museum Mulawarman Kalimantan Timur, Museum Balanga Kalimantan Tengah, Museum Provinsi Kalimantan Barat, Museum Kapuas Raya Kalimantan Barat, Msueum Etnografi Sendawar, Kalimantan Timur, dan Museum Kota Samarinda.
Ditemui secara langsung, Plt UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kaltim Mukhtar Lubis mengatakan kepada awak media, pameran ini diadakan selama lima hari dari tanggal 2 hingga 6 Nopember 2022.
“Ada sembilan museum yang terlibat di Wastra Borneo ini, ada yang dari luar negeri seperti Brunei Darusalam dan Malaysia. Mereka mengirimkan koleksi mereka untuk dipamerkan kegiatan ini,” katanya, Kamis (3/11/2022) siang.
Di tempat yang sama Kepala Museum Brunei Darusalam Pangiran Hajah Mahani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu persatuan dari kebudayaan yang ada di Pulau Kalimantan. Hal itu dapat dilihat dari kebudayaan kain tradisional.
“Alhamdulillah saya berkunjung dari Brunei kesini, saya melihat ada persatuan yang ada di Borneo. Ini merupakan salah satu menaikkan kain songket dinilai tinggi oleh peradaban sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menuturkan, kain tradisional yang dipamerkan meliki keunikannya masing-masing, dari segi warna, corak hingga bentuknya.
“Bahwa Borneo punya keunikan yang berbeda dari segi coraknya tersendiri dan bentuknya. Setiap nega punya bentuk dan ciri khas keasliannya. Dan ini terbukti dari pameran yang telah dilaksanakan seperti ini,” tuturnya.
Kemudian, Kepala Bidang Kebudayaan dan Permuseuman, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Yekti Utami menambahkan, dirinya mendukung secara penuh kegiatan Wasrta Borneo, dimana dirinya berharap para generasi penerus bisa mengetahui kain-kain tradisional dari masa kerjaan.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini, dan inikan pertama kali diadakan, dan perwakilan dari Brunei juga datang. Ke depannya lebih tertata dan meriah lagi. Yang penting ini untuk generasi muda dan mereka yang melanjutkan ini semua. Dia harus tahu kain-kain tenun dari Wastra Borneo ini,” pungkasnya (titi).

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *