Budidaya Sistem Apartemen Kepiting Bakau di PPU Tetap Aktif Meski Kemarau

Hasil budidaya Kepiting Bakau dengan sistem crab boc apartemen. (Rachmat Kurniawan)

PENAJAM PASER UTARA – Meski masih dalam keadaan kemarau, sebanyak enam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) jenis kepiting bakau di wilayah Babulu Laut masih aktif menjalankan bisnisnya.

Keenam Pokdakan tersebut antara lain Pokdakan Subur dan Makmur, Pokdakan Mandiri, Pokdakan Sukamaju, Pokdakan Sri Rejeki, Pokdakan Matirotasi, dan Pokdakan Tunas Jaya. Mereka masih aktif menjalankan bisnis dengan sistem apartemen kepiting atau pengemukan (fattening).

Meski begitu, ada beberapa kendala yang tengah dihadapi mereka. Disebutkan Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, Musakkar Mulyadi, tantangan utama saat ini yang dihadapi yakni ketersedian bibit untuk kepiting berukuran jumbo.

Akibatnya, berpengaruh terhadap kualitas hasil tangkapan dan daging yang didapat, yakni hanya dikisaran 70 persen.

“Tetapi, dari sisi ekonomi, prospek bisnis ini tetap menjanjikan. Terutama menjelang imlek atau tahun baru. Tapi biasanya mulai ramainya itu nanti mendekati dua bulan sebelum hari besar. Di situ mereka kejar karena harganya lumayan meningkat,” jelasnya, Jumat (9/10/2026).

Secara hitung-hitungan, untuk memperoleh bibit kepiting berukuran besar biasanya dikisaran antara Rp70-80 ribu per kilogram. Harga akan berubah setelah melalui proses pengemukan secara intens di dalam apartemen kepiting selama periode tertentu.

Harga jualnya meningkat dikisaran harga Rp150-200 ribu per kilogram. Keuntungan tersebut bahkan bisa berlipat ganda jika masa panen bertepatan langsung dengan momen perayaan Tahun Baru Imlek, harga jual bisa melambung tinggi.

“Angkanya bisa menyentuh antara Rp 400-500 ribu perkilogramnya,” katanya.

Tentang bantuan, Diskan PPU kembali menyalurkan bantuan apartemen kepiting tersebut sebanyak 6 set kepada kelompok pokdakan Cahaya Pesisir di wilayah Desa Api-api. Satu setnya terdiri dari 100 kotak (boks). Jadi total keseluruhan yang diberikan sebanyak 600 boks.

“Namun bantuan yang digulirakan kali ini berbeda dengan program sebelumnya. Konsep budidaya yang diterapkan akan difokuskan untuk pengemukan kepiting soka. Kepiting yang dipelihara hingga menghasilkan cangkang yang masih lembek atau lunak,” ucapnya.

Meskipun menggunakan spesies kepiting bakau yang serupa dengan metode konvensional, teknik pemeliharaan kepiting soka memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri di dalam apartemen budidaya. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *