
Balikpapan, Kaltimedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memperluas program kemitraan dengan sekolah swasta dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan daya tampung SMP negeri yang belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan sekolah dasar di kota tersebut.
Berdasarkan data Disdikbud, jumlah lulusan SD di Balikpapan tahun ini mencapai sekitar 13 ribu siswa. Sementara itu, kapasitas 28 SMP Negeri yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 8.500 peserta didik baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irvan Taufik, mengatakan pemerintah telah menyiapkan solusi melalui kerja sama dengan 15 SMP swasta yang terintegrasi dalam sistem SPMB 2026.
“Masih ada selisih sekitar empat sampai lima ribu siswa yang tidak bisa terakomodasi di sekolah negeri. Karena itu kami memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta agar seluruh anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” ujarnya kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Menurut Irvan, jumlah sekolah swasta yang terlibat dalam program kemitraan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, hanya terdapat 13 sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, sedangkan pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 15 sekolah.
Ia memastikan siswa yang diterima melalui sekolah swasta mitra tidak akan dibebani biaya pendidikan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan dukungan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari uang pangkal, SPP hingga seragam sekolah.
“Perlakuannya setara dengan sekolah negeri. Orang tua tidak perlu memikirkan biaya karena seluruh kebutuhan dasar pendidikan sudah ditanggung pemerintah,” tegas Irvan.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, setiap calon peserta didik diwajibkan memilih satu sekolah swasta mitra sebagai pilihan alternatif. Kebijakan tersebut bertujuan agar siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri tetap memiliki kepastian memperoleh kursi sekolah tanpa harus mengikuti proses pendaftaran ulang.
Program kemitraan ini juga menunjukkan hasil positif pada tahun sebelumnya. Disdikbud mencatat sebanyak 1.100 siswa berhasil tertampung melalui 13 sekolah swasta mitra pada 2025. Tahun ini, kapasitas penerimaan ditingkatkan menjadi sekitar 1.300 siswa.
“Program ini terbukti membantu masyarakat, terutama bagi orang tua yang menginginkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal tanpa terbebani biaya tambahan,” katanya.
Selain memperluas akses pendidikan, program kemitraan tersebut juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sekolah swasta. Sekolah yang bergabung wajib memenuhi standar biaya yang telah ditetapkan pemerintah, yakni uang pangkal maksimal Rp1,5 juta dan SPP paling tinggi Rp150 ribu per bulan.
Ke depan, Disdikbud Balikpapan membuka peluang bagi lebih banyak sekolah swasta untuk bergabung dalam program tersebut guna memperluas daya tampung sekaligus meningkatkan mutu pendidikan secara merata.
“Kami ingin semakin banyak sekolah swasta yang terlibat sehingga akses pendidikan semakin luas dan kualitas pembelajaran dapat terus meningkat,” pungkas Irvan.
Daftar 15 SMP Swasta Mitra SPMB 2026
- SMP PGRI 4 Balikpapan Utara
- SMPIT As’sadiyah Manuntung
- SMP YPI Balikpapan
- SMP Plus Nurul Khaerat
- MTs Ibnu Khaldun
- SMP Sinar Pancasila
- SMP Wiyata Mandala
- SMP PGRI 2
- SMP Al Hassan
- SMP PGRI 7
- SMP Sabilal Muhtadin
- SMPIT Al Azhar Prona
- SMP Al Ula
- MTs Sabilal Muhtadin
- SMP PJHI
Jadwal SPMB Balikpapan 2026
Verifikasi data: 15 Juni–1 Juli 2026
Pendaftaran: 29 Juni–2 Juli 2026
Pengumuman hasil: 3 Juli 2026
Lapor diri: 3–5 Juli 2026
Jalur reguler: 6–10 Juli 2026
Hari pertama masuk sekolah: 13 Juli 2026. (Pcm)
Editor: Ang



