
Balikpapan, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat sinergi dengan para pengembang perumahan guna memastikan pembangunan kawasan hunian berjalan tertib, ramah lingkungan, dan tidak memicu persoalan banjir di masa mendatang.
Komitmen tersebut dibahas dalam forum dialog bersama para pelaku usaha properti yang digelar di Balai Kota Balikpapan pada Rabu, 6 Mei 2026.
Rahmad Mas’ud mengatakan pemerintah ingin membangun pola komunikasi yang lebih terbuka agar proses perizinan pembangunan dapat berjalan efektif tanpa hambatan administrasi yang berlarut.
Menurutnya, koordinasi antara perangkat daerah dan pengembang sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam pengurusan dokumen maupun pemenuhan persyaratan teknis di lapangan.
“Pemerintah tidak ingin ada kendala yang memperlambat investasi. Karena itu kami terus membuka ruang komunikasi agar seluruh proses bisa dipahami bersama dan berjalan sesuai aturan,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menjelaskan, keterlambatan dalam proses pembangunan sering terjadi karena masih adanya dokumen yang belum lengkap, sementara pengembang menganggap persyaratan telah terpenuhi seluruhnya.
Melalui forum tersebut, Pemkot Balikpapan berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait prosedur dan ketentuan pembangunan yang berlaku.
Selain membahas pelayanan perizinan, pemerintah kota juga menyoroti dampak pembangunan terhadap lingkungan, terutama persoalan genangan dan banjir.
Rahmad menegaskan, setiap pembangunan perumahan komersial kini diwajibkan menyediakan fasilitas penampungan air hujan sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota.
Menurutnya, keberadaan bak penampungan air memiliki fungsi penting untuk mengurangi limpasan air menuju kawasan rendah sekaligus menjadi cadangan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Balikpapan ini daerah tadah hujan, sehingga pengelolaan air harus menjadi perhatian bersama. Pembangunan tidak boleh hanya fokus pada hunian, tetapi juga harus memikirkan dampaknya bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Dalam forum tersebut, Pemkot Balikpapan juga membuka ruang diskusi bagi para pengembang untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembangunan berlangsung.
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu menghasilkan solusi bersama dalam menghadapi pertumbuhan kota yang terus berkembang pesat. (Pcm)
Editor: Ang





