
Samarinda, Kaltimedia.com – Pelaksanaan Porprov Kaltim 2026 akhirnya dipastikan tetap digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser. Kepastian ini diperoleh setelah rapat koordinasi lanjutan yang diikuti oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI se-Kalimantan Timur.
Dengan adanya keputusan tersebut, seluruh kontingen kabupaten/kota kini dapat kembali mematangkan persiapan masing-masing setelah sebelumnya sempat diliputi ketidakpastian jadwal.
Sebelumnya, pelaksanaan Porprov sempat menjadi perdebatan antara tetap digelar pada 2026 atau diundur ke 2027, menyusul kendala anggaran di sejumlah daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, meminta seluruh pihak memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami tekanan.
“Kita berharap kepada para atlet, kepada pengcab cabor masing-masing untuk bisa memahami kondisi keuangan di Provinsi Kaltim dan di seluruh kabupaten/kota yang sedang mengalami situasi tidak baik-baik saja,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026) pagi.
Menurut Faisal, pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat turut berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai keberangkatan atlet.
Selain faktor anggaran, keputusan tidak menunda Porprov ke 2027 juga dipengaruhi padatnya kalender kegiatan olahraga di tahun tersebut.
Sejumlah agenda besar telah menanti, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), Babak Kualifikasi PON (BK PON), hingga event internasional Sukan Borneo yang rencananya digelar di Kalimantan Timur.
Di samping itu, berbagai cabang olahraga juga memiliki agenda rutin seperti kejuaraan provinsi dan nasional.
“Mudah-mudahan bisa menyesuaikan, bisa memilih prioritas yang baik sehingga tidak menjadi beban bagi anggaran Pemda masing-masing,” jelas Faisal.
Faisal menambahkan, kondisi fiskal daerah diperkirakan masih akan menantang hingga 2027, bahkan berpotensi lebih berat dibandingkan tahun ini.
Oleh karena itu, seluruh kabupaten/kota sepakat untuk tetap melaksanakan Porprov Kaltim ke-8 pada November 2026 agar tidak semakin membebani keuangan daerah di masa mendatang.
Keputusan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembinaan olahraga sekaligus memastikan seluruh daerah tetap dapat berpartisipasi secara optimal. (Dy)
Editor: Ang





