Progres Kopdes Merah Putih di Paser Capai 45 Persen, Ditargetkan Rampung Bertahap hingga April 2026

Gambar saat ini: Foto: Progres Koperasi Desa Merah Putih di Paser Capai 45 Persen, Ditargetkan Rampung Bertahap hingga April 2026. Sumber: Istimewa.
Foto: Progres Koperasi Desa Merah Putih di Paser Capai 45 Persen, Ditargetkan Rampung Bertahap hingga April 2026. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Paser terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, progres pembangunan telah mencapai 45 persen.

Berdasarkan data dari Humas Kodim 0904/Paser, saat ini sebanyak 65 titik KDKMP telah dibangun dari total 139 desa dan lima kelurahan yang menjadi target.

Dari jumlah tersebut, dua unit koperasi telah selesai sepenuhnya, yakni di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, serta Desa Keluang Paser Jaya (KPJ), Kecamatan Kuaro.

Sementara itu, dua lokasi lainnya hampir rampung dengan progres mencapai 95 persen, masing-masing berada di Desa Kerta Bumi, Kecamatan Kuaro, dan Desa Sangkuriman, Kecamatan Paser Belengkong.

“Dua titik yang sudah 95 persen itu di Kerta Bumi dan Sangkuriman. Target bulan ini sudah selesai 100 persen,” ujar Dandim 0904/Paser, Letkol Inf Rommy Aditya Nanda, Jumat (27/3/2026) pagi.

Rommy memperkirakan, hingga akhir April 2026, sebanyak 20 hingga 30 titik KDKMP yang saat ini masih dalam tahap pembangunan akan selesai sepenuhnya.

Setelah momentum Idulfitri 1447 Hijriah, pihaknya juga berencana mengusulkan tambahan 10 titik baru yang telah memenuhi persyaratan untuk segera dibangun.

“Dalam Laporan Kemajuan Fisik (Lapjusik) yang kami buat saat ini, presentasi pembangunan di Paser sudah mencapai 45 persen. Tambah 10 berarti nanti menjadi 50 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rommy menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum pembangunan KDKMP dimulai. Di antaranya adalah ketersediaan lahan minimal berukuran 20×30 meter serta jumlah penduduk desa di atas 500 jiwa.

Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Di Kabupaten Paser, terdapat 19 titik dengan jumlah penduduk di bawah 500 jiwa, serta 13 titik yang berada di wilayah pesisir dan rawa, yang membutuhkan penyesuaian desain pembangunan.

Selain itu, terdapat tujuh titik yang belum memiliki aset lahan desa. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada sejumlah BUMN.

“Tujuh titik ini yang desanya tidak memiliki aset. Sehingga kita mengajukan ke BUMN di bawah Danatara. Enam PTPN dan satu PLN, sampai sekarang masih menunggu izinnya,” ungkap Rommy.

Koordinasi juga terus dilakukan terkait enam titik lahan milik masyarakat adat yang berpotensi digunakan untuk pembangunan KDKMP.

Tak hanya itu, sebanyak 12 lokasi lainnya masih membutuhkan proses pematangan lahan, seperti pemangkasan dan penimbunan agar sesuai standar pembangunan.

Meski menghadapi berbagai kendala, progres pembangunan KDKMP di Paser tetap menunjukkan capaian positif. Saat ini, Kabupaten Paser menempati posisi ketiga dalam progres pembangunan KDKMP di Kalimantan Timur, setelah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

“Progres pembangunan KDKMP ini membawa Paser menduduki urutan ketiga di Provinsi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *