Disporapar Paser Koordinasi dengan PB Percasi di Jakarta, Canangkan Turnamen Catur Tingkat Nasional

Gambar saat ini: Foto: Disporapar Paser Koordinasi dengan PB Percasi di Jakarta, Canangkan Turnamen Catur Tingkat Nasional. Sumber: Istimewa.
Foto: Disporapar Paser Koordinasi dengan PB Percasi di Jakarta, Canangkan Turnamen Catur Tingkat Nasional. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com — Usai mengunjungi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser juga mengagendakan kunjungan ke Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) di Jakarta.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah koordinasi awal terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan catur tingkat nasional di Kabupaten Paser.

Kepala Disporapar Paser, Kurniawan, mengatakan pihaknya menyatakan kesiapan daerah untuk menjadi tuan rumah sekaligus menanyakan jadwal resmi kejuaraan nasional yang berada di bawah naungan PB Percasi.

“Kami berencana mengadakan turnamen catur tingkat nasional, sehingga perlu berkoordinasi dan menanyakan jadwal resmi dari PB Percasi,” ujar Kurniawan.

Ia menegaskan, Kabupaten Paser siap memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan PB Percasi apabila dipercaya menjadi tuan rumah event nasional tersebut.

Terlebih, pada November 2026, Kabupaten Paser juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII.

“Dari PB Percasi disampaikan bahwa daerah yang ingin menyelenggarakan event nasional cukup menyusun jadwal dan melengkapi persyaratan. Itu yang segera akan kami siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertandingan dan Perwasitan PB Percasi, Agus Subandrijo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen catur berskala nasional harus diawali dengan pengajuan surat resmi untuk memperoleh rekomendasi PB Percasi.

Selain itu, turnamen nasional wajib diikuti oleh minimal lima daerah guna menjamin kualitas dan bobot kompetisi.

“Turnamen yang digelar minimal harus diikuti lima daerah. Peserta dapat diundang dari berbagai provinsi untuk meningkatkan kualitas event,” kata Agus.

Ia juga menambahkan, sejumlah persyaratan teknis harus dipenuhi oleh penyelenggara, mulai dari mekanisme pertandingan, perwasitan, hingga standar fasilitas dan perlengkapan catur sesuai ketentuan PB Percasi. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *