
Paser, Kaltimedia.com – Menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8 yang akan digelar pada November 2026, skuad tenis meja Kabupaten Paser memasang target ambisius. Sebagai tuan rumah, kontingen Bumi Daya Taka membidik setidaknya empat medali emas dari cabang olahraga tenis meja.
Untuk merealisasikan target tersebut, para atlet terus digembleng melalui program latihan terstruktur di bawah asuhan Kepala Pelatih Tenis Meja Paser, Deddy Da Costa. Saat ini, tim telah memasuki tahap persiapan umum dengan fokus utama pada penguatan teknik dasar dan kondisi fisik.
“Kita tetap latihan rutin setiap hari dengan program dari hari Senin sampai hari Sabtu, itu kita ada latihan program teknik, kemudian ada latihan fisiknya, dan juga ada taktik-taktik dasar. Karena ini kan kita masih di periodisasi umum, jadi nanti setelah ini kita lihat periodisasinya nanti masuk ke tahap persiapan khusus itu nanti program akan berubah,” ujar Deddy Da Costa kepada awak media.
Deddy mengakui, kemampuan teknik dan fisik atlet tenis meja Paser saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi standar yang ia tetapkan. Namun, pada fase persiapan umum, pembenahan dasar menjadi prioritas utama, termasuk membangun karakter permainan masing-masing atlet.
“Kalau teknik kita masih 40 persen sama ya. Jadi 60 persen lebih ke fisik sih, jadi belum sesuai dengan standar. Tapi kita kalau di persiapan umum itu kita lebih kepada pembetulan gerakan basic-nya dulu. Artinya memang walaupun mereka pemain-pemain bagus tapi ada gerakan-gerakan yang perlu saya koreksi, perbaiki gitu biar mereka punya karakter sendiri,” jelasnya.
Legenda tenis meja Indonesia tersebut juga menilai progres atlet Paser cukup signifikan sejak proses seleksi pada 2025 lalu. Ia menyebut banyak atlet, khususnya yang berusia muda, mengalami peningkatan karena dibina dari nol pada aspek dasar permainan.
“Kalau perkembangan anak-anak sih saya melihat banyak kemajuan ya mereka, terutama yang kecil-kecil ini karena kita memulainya benar-benar dari nol basic-nya. Jadi banyak sekali memang PR yang harus saya selesaikan di sini, terutama untuk yang usia-usia dini itu,” ujar Deddy.
Meski belum menunjukkan lonjakan prestasi yang mencolok, peningkatan kemampuan atlet dinilai konsisten seiring dengan intensitas latihan yang dijalani lima hingga enam hari dalam sepekan.
“Itu memang dari teknik pukulan mereka, kemudian cara bermain itu mereka masih boleh dikatakan masih nol lah gitu. Jadi perlu banyak diperbaiki kalau untuk yang pemain lokal ini,” katanya.
Dalam tahap persiapan umum ini, perbaikan difokuskan pada teknik pukulan dasar, ketahanan fisik, serta penguasaan taktik sederhana seperti servis dan pengembalian bola. Seluruh proses tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat sebelum tim memasuki fase persiapan khusus menuju Porprov Kaltim 2026. (Dy)
Editor: Ang



