BPBD Balikpapan Perkuat Edukasi Kebencanaan, Warga Diminta Semakin Siaga Hadapi Bencana

BPBD Kota Balikpapan memberikan edukasi dan simulasi menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi maupun banjir kepada siswa mulai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD).

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah, khususnya banjir dan tanah longsor.

Sebagai kota dengan perkembangan wilayah yang cukup pesat, Balikpapan dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan kebencanaan. Karena itu, pemerintah bersama berbagai pihak terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan tingkat kesiapsiagaan masyarakat saat ini sudah cukup baik. Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menghadapi kondisi darurat.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kami terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat agar kesiapsiagaan terus meningkat,” ujar Usman Ali, Rabu (6/5/2026).

Meski demikian, BPBD Balikpapan tetap terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kebencanaan secara rutin. Usman menjelaskan bahwa kondisi masyarakat yang dinamis, terutama akibat perpindahan penduduk di sejumlah kawasan, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana.

Menurutnya, banyak warga pendatang yang belum memahami karakteristik wilayah tempat tinggal mereka, termasuk langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, BPBD menerapkan pola edukasi secara berkala di wilayah yang sama setiap dua hingga tiga bulan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

“Komposisi masyarakat selalu berubah. Jadi sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lama maupun pendatang sama-sama memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.

Selain menyasar masyarakat umum, BPBD juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Untuk pelajar, BPBD menjalankan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan menanamkan pemahaman mitigasi sejak usia dini.

Melalui program tersebut, siswa mulai tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) diberikan edukasi dan simulasi menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi maupun banjir. Anak-anak diajarkan mengenali jalur evakuasi, cara menyelamatkan diri, hingga pentingnya tetap tenang saat terjadi bencana.

“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sejak dini supaya mereka tidak panik dan tahu langkah dasar penyelamatan diri,” jelas Usman.

Sementara itu, edukasi kepada kelompok lanjut usia juga terus diupayakan meski memiliki tantangan tersendiri. Faktor mobilitas dan kondisi kesehatan menjadi kendala dalam pelaksanaan sosialisasi kepada para lansia.

Di sisi lain, BPBD Balikpapan turut mengingatkan masyarakat agar berperan aktif menjaga lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana. Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat drainase dan memperparah potensi banjir saat hujan deras.

Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan darurat 112 apabila menghadapi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Usman menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui edukasi dan kolaborasi yang terus diperkuat, BPBD berharap kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat sehingga Balikpapan dapat menjadi kota yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *