
Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Paser berhasil menuntaskan gelaran Turnamen Bola Basket Paser Club 2025 antar klub se-Kabupaten Paser. Pertandingan final berlangsung pada Sabtu malam (06/12/2025) di GOR Sadurengas, Tanah Grogot, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung meriah.
Sebelumnya, turnamen ini direncanakan menghadirkan sejumlah klub dari zona Kalimantan dan Bali. Namun, kesibukan agenda yang bertepatan membuat tim undangan membatalkan keikutsertaan mereka. Klub dari Balikpapan dan Samarinda pun tidak dapat hadir karena padatnya jadwal event olahraga di daerah masing-masing.
Meski demikian, kompetisi tetap berjalan seru dan kompetitif. Daya Taka Club (DTC) keluar sebagai juara pertama, disusul Amanda Club di posisi kedua, Putra Paser di peringkat ketiga, dan Sohoku menempati peringkat keempat.
Ketua Pengkab Perbasi Paser, Muhammad Faisal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang terlibat. Ia menegaskan bahwa turnamen ini memiliki peran penting sebagai ajang pematangan atlet basket Paser menjelang Porprov VIII/2026, di mana Paser akan menjadi tuan rumah.
“Turnamen ini sebenarnya kita mau jadikan ajang tolak ukur untuk persiapan Porprov di tahun 2026 karena kita sebagai tuan rumah. Jadinya kita mengemasnya pun juga sedemikian rupa agar ini jadi ajang pembelajaran buat di tahun depan,” ucap Muhammad Faisal.
Faisal menuturkan bahwa meskipun kompetisi berlangsung pada level kabupaten, Perbasi tetap mengedepankan standar profesional. Wasit yang bertugas bukan hanya dari lokal, tetapi juga dari tingkat provinsi, sehingga kualitas pertandingan dapat terjaga.
“Kita memakai juga wasit Kaltim, tidak hanya wasit lokal. Karena buat mengukur kesiapan kita untuk pelaksanaan di tahun 2026,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa melalui turnamen ini, Perbasi semakin terarah dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Porprov 2026. Berbagai agenda telah disusun sesuai kalender kegiatan olahraga tahun depan, termasuk event triwulanan yang bertujuan menyeleksi atlet terbaik.
“Jadi, kita selain mengejar sukses pelaksanaan, sukses ekonomi, kita juga tentunya sebagai tuan rumah maunya itu juga sukses prestasi. Jadinya kita sudah menyiapkan beberapa kalender, kita membagi beberapa triwulan sampai ke pelaksanaan,” jelasnya.
Faisal menjelaskan bahwa Porprov mendatang akan menerapkan regulasi khusus, yakni penggunaan atlet berusia maksimal 20 tahun. Karena itu, event-event yang dijadwalkan tahun depan akan difokuskan pada kelompok umur yang sesuai dengan ketentuan tersebut.
“Jadi, kita pecah per tiga bulan di mana setiap triwulan itu harapannya ada event-event… bahwa basket untuk Porprov itu pakai formatnya itu kelompok umur 20 tahun maksimal,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Perbasi Paser menargetkan tiga capaian utama pada Porprov nanti: sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses prestasi. Untuk mendukung itu, rangkaian turnamen 3×3 maupun 5×5 akan digelar rutin sepanjang tahun 2026.
“Nah, jadi di tahun depan kita akan memaksimalkan event-event untuk kelompok umur kelahiran 2026… setiap triwulan itu kita akan adakan event baik 3×3 ataupun 5×5 seperti yang kita laksanakan tadi,” ujarnya penuh harap.
Di akhir penyampaian, Faisal menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paser yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini. Ia menilai bahwa tanpa sokongan pemerintah, pembinaan atlet basket akan jauh lebih sulit dilakukan. Dukungan tersebut, katanya, harus dibalas dengan prestasi terbaik di Porprov 2026 mendatang. (Dy)
Editor: Ang
Turnamen Bola Basket Paser Club 2025 Sukses Digelar, Perbasi Fokus Siapkan Atlet untuk Porprov 2026
Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Paser berhasil menuntaskan gelaran Turnamen Bola Basket Paser Club 2025 antar klub se-Kabupaten Paser. Pertandingan final berlangsung pada Sabtu malam (06/12/2025) di GOR Sadurengas, Tanah Grogot, menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung meriah.
Sebelumnya, turnamen ini direncanakan menghadirkan sejumlah klub dari zona Kalimantan dan Bali. Namun, kesibukan agenda yang bertepatan membuat tim undangan membatalkan keikutsertaan mereka. Klub dari Balikpapan dan Samarinda pun tidak dapat hadir karena padatnya jadwal event olahraga di daerah masing-masing.
Meski demikian, kompetisi tetap berjalan seru dan kompetitif. Daya Taka Club (DTC) keluar sebagai juara pertama, disusul Amanda Club di posisi kedua, Putra Paser di peringkat ketiga, dan Sohoku menempati peringkat keempat.
Ketua Pengkab Perbasi Paser, Muhammad Faisal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang terlibat. Ia menegaskan bahwa turnamen ini memiliki peran penting sebagai ajang pematangan atlet basket Paser menjelang Porprov VIII/2026, di mana Paser akan menjadi tuan rumah.
“Turnamen ini sebenarnya kita mau jadikan ajang tolak ukur untuk persiapan Porprov di tahun 2026 karena kita sebagai tuan rumah. Jadinya kita mengemasnya pun juga sedemikian rupa agar ini jadi ajang pembelajaran buat di tahun depan,” ucap Muhammad Faisal.
Faisal menuturkan bahwa meskipun kompetisi berlangsung pada level kabupaten, Perbasi tetap mengedepankan standar profesional. Wasit yang bertugas bukan hanya dari lokal, tetapi juga dari tingkat provinsi, sehingga kualitas pertandingan dapat terjaga.
“Kita memakai juga wasit Kaltim, tidak hanya wasit lokal. Karena buat mengukur kesiapan kita untuk pelaksanaan di tahun 2026,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa melalui turnamen ini, Perbasi semakin terarah dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Porprov 2026. Berbagai agenda telah disusun sesuai kalender kegiatan olahraga tahun depan, termasuk event triwulanan yang bertujuan menyeleksi atlet terbaik.
“Jadi, kita selain mengejar sukses pelaksanaan, sukses ekonomi, kita juga tentunya sebagai tuan rumah maunya itu juga sukses prestasi. Jadinya kita sudah menyiapkan beberapa kalender, kita membagi beberapa triwulan sampai ke pelaksanaan,” jelasnya.
Faisal menjelaskan bahwa Porprov mendatang akan menerapkan regulasi khusus, yakni penggunaan atlet berusia maksimal 20 tahun. Karena itu, event-event yang dijadwalkan tahun depan akan difokuskan pada kelompok umur yang sesuai dengan ketentuan tersebut.
“Jadi, kita pecah per tiga bulan di mana setiap triwulan itu harapannya ada event-event… bahwa basket untuk Porprov itu pakai formatnya itu kelompok umur 20 tahun maksimal,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Perbasi Paser menargetkan tiga capaian utama pada Porprov nanti: sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses prestasi. Untuk mendukung itu, rangkaian turnamen 3×3 maupun 5×5 akan digelar rutin sepanjang tahun 2026.
“Nah, jadi di tahun depan kita akan memaksimalkan event-event untuk kelompok umur kelahiran 2026… setiap triwulan itu kita akan adakan event baik 3×3 ataupun 5×5 seperti yang kita laksanakan tadi,” ujarnya penuh harap.
Di akhir penyampaian, Faisal menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paser yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen ini. Ia menilai bahwa tanpa sokongan pemerintah, pembinaan atlet basket akan jauh lebih sulit dilakukan. Dukungan tersebut, katanya, harus dibalas dengan prestasi terbaik di Porprov 2026 mendatang. (Dy)
Editor: Ang





