
Paser, Kaltimedia.com – Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser tengah bersiap kembali menggelar ajang balap bertajuk Paser Cup Race (PCR) 2025 pada 6–7 Desember mendatang di Sirkuit Permanen Tana Paser. Event ini menjadi yang kedua digelar setelah keberhasilan BK Porprov dan Kejuaraan Nasional pada Oktober 2025 lalu.
Tingginya animo masyarakat pada gelaran sebelumnya membuat IMI Paser optimistis sirkuit baru ini dapat terus hidup dan berkembang. Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, menegaskan bahwa pihaknya berharap diberi mandat penuh untuk mengelola sirkuit yang saat ini masih berada di bawah kewenangan Disporapar Paser.
“Jadi kami karena itu bidang kami. Jadi, mudah-mudahan bisa diberi wewenang penuh pada kami untuk mengelola yang mana nanti kami akan kelola dan insyaallah akan menghasilkan PAD juga untuk pemerintah,” kata Zulkifli.
Ia menjelaskan bahwa operasional sirkuit dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui beberapa skema, mulai dari penyewaan lintasan untuk latihan harian hingga pelaksanaan event resmi.
“Pertama dari sewa lintasan, misalnya ada anak-anak mau latihan harian, sewa sirkuit kalau misalnya ada mau event,” lanjutnya.
Selain balap motor, sirkuit tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk cabang olahraga lain seperti balap sepeda kategori time trial, sehingga semakin membuka peluang tambahan PAD.
“Itu event sebenarnya bukan cuma motor aja, sepeda pun bisa dipakai itu, bisa nambah PAD untuk pemerintah,” jelasnya.
IMI Paser juga menyiapkan konsep ticketing bagi penonton sebagai sumber pemasukan tambahan, termasuk pengelolaan retribusi parkir yang dinilai potensial.
“Juga harapannya ke depan ada ticketing, dari ticketing itu besar itu pendapatannya kan, nah bisa retribusi buat pemerintah,” ujar Zoel.
Menurutnya, keberlanjutan sirkuit bergantung pada pola pengelolaan dan perawatan rutin. Minimnya agenda balap menjadi salah satu penyebab banyak sirkuit di daerah lain terbengkalai.
“Sirkuit-sirkuit yang ada itu kenapa banyak terbengkalai, karena tidak diurus perawatannya… yang jadi permasalahan itu aja, perawatan,” tegasnya.
Zoel menilai event yang rutin diadakan akan sekaligus menjaga kualitas sirkuit dan menjadi wadah pembinaan atlet balap lokal. Untuk itu, ia berharap dukungan penuh pemerintah.
“Kalau misalnya event cukup rutin, insyaallah perawatan itu bagus harusnya, sekaligus juga untuk pembinaan atlet-atlet kita ke depannya,” tuturnya.
Dengan kesiapan IMI Paser mengambil alih pengelolaan, Zoel yakin sirkuit ini dapat dioptimalkan secara maksimal. Terlebih, venue tersebut akan menjadi lokasi cabang olahraga balap pada Porprov Kaltim VIII/2026 mendatang, sehingga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. (Dy)
Editor: Ang



