Thailand Bersiap Cabut Larangan Jual Alkohol Sore Hari untuk Dongkrak Wisata

Foto: Ilustrasi. Demi dongkrak wisata, Thailand akan hapus larangan minum alkohol sore hari. Sumber: (Pinterest/nonthapornponthaiya)

Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Thailand berencana mencabut larangan penjualan minuman beralkohol pada pukul 14.00 hingga 17.00 demi mendongkrak sektor pariwisata. 

Aturan yang sudah berlaku sejak 1972 itu sedang dibahas ulang setelah dianggap tak lagi relevan dengan kondisi terkini.

Deputi Perdana Menteri Thailand, Sophon Saram, mengatakan alasan penerapan larangan pada masa lalu untuk mencegah pegawai negeri minum saat jam kerja kini tak lagi sesuai dengan situasi modern. 

“Masa itu sudah lewat, jadi larangan ini sebaiknya dicabut,” ujarnya, dikutip dari EuroNews.

Dua lembaga, yaitu Komite Kebijakan Alkohol Nasional dan Komite Pengendalian Minuman Beralkohol, telah mengajukan usulan pencabutan aturan tersebut dan membuka konsultasi publik selama 15 hari. 

Jika disetujui tanpa hambatan, keputusan resmi bisa diumumkan pada awal Desember mendatang.

Thailand memang dikenal sering mengubah kebijakan alkohol. Larangan jual alkohol sore hari yang berusia lebih dari lima dekade itu beberapa kali diperketat atau dilonggarkan oleh pemerintahan berbeda. 

Bulan ini, otoritas bahkan kembali memberlakukan denda sebesar 10.000 baht bagi siapa pun yang melanggar jam penjualan, termasuk wisatawan asing.

Saat ini, penjualan alkohol di Thailand hanya diizinkan pada pukul 11.00-14.00 dan 17.00-24.00. Namun, kawasan hiburan di kota besar dan lokasi wisata populer bisa menjual hingga pukul 04.00 pagi. 

Pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang jam penjualan secara keseluruhan sebagai bagian dari kebijakan baru.

Jika larangan sore hari resmi dicabut, wisatawan tak akan lagi mengalami penolakan saat membeli minuman di siang bolong. 

Kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan serta menyesuaikan peraturan dengan aktivitas turis di lapangan.

Langkah pelonggaran ini juga dinilai penting untuk membantu Thailand memulihkan sektor pariwisata yang stagnan.

Dengan kebijakan lebih ramah wisatawan, pemerintah berharap Negeri Gajah Putih kembali menjadi destinasi liburan favorit dunia. (AS)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *