
Kukar, Kaltimedia.com — Proses pemilihan Kepala Adat Masyarakat Adat Jahab yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Jahab berlangsung lancar, tertib, dan diwarnai suasana kekeluargaan. Kegiatan yang menjadi agenda penting bagi masyarakat adat tersebut menegaskan komitmen warga dalam menjaga kedaulatan adat serta melestarikan nilai-nilai budaya leluhur.
Pemilihan ini melibatkan perwakilan dari lima sub-etnis Dayak yang mendiami wilayah Jahab, yaitu Dayak Benuaq, Bentian, Basap, Tunjung, dan Kenyah. Kehadiran berbagai perwakilan sub-etnis tersebut mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan keragaman dalam masyarakat adat Jahab.
Acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat senior, serta perwakilan generasi muda. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya posisi Kepala Adat sebagai pemimpin yang menjaga harmonisasi serta menjadi pengayom dalam penyelesaian berbagai persoalan adat.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan sambutan pembuka. Sekretaris Umum Kerukunan Dayak Kenyah Seluruh Kalimantan Timur, Gilbert Libun Abram, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis Kepala Adat di tengah arus modernisasi.
“Kepala adat yang terpilih harus mampu menjadi panutan, menjunjung tinggi nilai musyawarah dan mufakat, serta melindungi hak-hak tanah adat dan budaya kita,” ujar Gilbert Libun Abram.
Setelah sambutan, proses pemilihan dimulai dengan mekanisme yang mengacu pada Hukum Adat Dayak. Pemilihan berlangsung secara jujur, terbuka, dan berdasarkan kesukarelaan para pemilih. Usai pencoblosan, panitia segera melanjutkan dengan proses penghitungan suara.
Hasil dari pemilihan ini nantinya diharapkan melahirkan sosok pemimpin adat yang berintegritas dan mampu membawa masyarakat Jahab semakin maju, sekaligus menjaga kelestarian tradisi adat yang telah diwariskan turun-temurun. (Ang)



