Mahasiswi di Samarinda Diduga Jadi Korban Penipuan “Casting” Model

Foto: Ilustrasi Korban Wanita. Sumber: (Pinterest/triawulandau)

Samarinda, Kaltimedia.com – Dugaan penipuan berkedok tawaran kerja sebagai model berhijab marak di Samarinda. Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur kini mengusut laporan dari puluhan mahasiswi yang menjadi korban bujuk rayu pelaku melalui media sosial.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan sedikitnya sepuluh mahasiswi telah melapor. Mereka dihubungi seseorang yang mengaku perekrut model untuk acara fashion berhijab.

Pelaku disebut menargetkan perempuan muda dan meminta pose menggoda dalam foto yang dikirim secara pribadi.

“Ada 10 mahasiswi yang sudah mengadu, dan diduga masih banyak korban lain. Modusnya sama, pelaku mengirim pesan lewat media sosial saat tengah malam,” kata Rina, Jumat (07/11/2025) dikutip detikcom.

Pelaku menawarkan upah tinggi, antara Rp4,5 juta hingga Rp25 juta, kepada korban yang bersedia mengikuti proses “casting”. Korban juga diminta mengenakan pakaian ketat dan menonjolkan lekuk tubuh saat berfoto.

“Kalau bajunya longgar, pelaku menyuruh diketatkan agar bentuk tubuh terlihat,” ujar Rina.

Rina menjelaskan, sebagian besar korban berasal dari sejumlah kampus di Samarinda. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan pengalamannya dan ternyata banyak yang mengalami hal serupa.

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menuturkan pihaknya sudah menghimpun sejumlah bukti percakapan antara pelaku dan para korban.

“Beberapa bukti chat sudah kami print. Dari awal, indikasinya jelas penipuan. Kemungkinan jumlah korbannya bertambah,” ujarnya.

Sebagian korban mengirimkan foto biasa, namun ada yang didorong pelaku mengirim foto dengan pose berani. Seluruh bukti kini dikumpulkan sebagai dasar laporan resmi ke kepolisian.

“Kami dalami agar jadi dasar laporan ke polisi,” kata Sudirman.

Salah satu korban, MW (22), mengisahkan awal mula ia dihubungi pelaku melalui pesan langsung di Instagram.

Pelaku mengaku bekerja di sebuah destinasi wisata di Bali dan menawarkan kesempatan menjadi model dengan imbalan Rp10 juta hingga Rp20 juta per sesi foto.

“Dia bilang tiket dan hotel ditanggung, bahkan boleh bawa teman. Tapi setelah minta foto berhijab dengan pose seksi, saya curiga, ternyata orang ini penipu. Waktu saya tegur, dia langsung menghilang,” ungkap MW.

Korban lainnya, NP (20), juga mengalami hal serupa pada 21 Agustus 2025. Ia ditawari pemotretan dengan konsep seksi dan diminta mengirim ulang foto karena dianggap masih “kurang menggoda”.

Setelah memeriksa alamat yang dikirim pelaku, NP menemukan lembaga tersebut sudah tutup dan pemiliknya meninggal.

“Langsung saya blokir semua akunnya,” kata NP.

TRC PPA Kaltim meminta masyarakat, khususnya mahasiswi dan perempuan muda, lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dengan imbalan besar yang disertai permintaan foto pribadi.

“Kalau ada tawaran kerja atau modeling yang meminta foto pribadi, jangan langsung percaya. Laporkan dulu ke pihak berwenang,” tegas Rina.

TRC PPA akan melaporkan kasus ini ke kepolisian setelah seluruh bukti dan keterangan korban terkumpul. (AS)

Sumber: (detik.com)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *