
Samarinda, Kaltimedia.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Kamis (6/11/2025).
Agenda ini menjadi ruang strategis bagi Demokrat Kaltim untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus memantapkan langkah menuju konsolidasi jangka panjang menyambut Pemilu 2029.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Demokrat Kaltim, Bambang Soepriyadi, menegaskan bahwa Rakerda tahun ini bukan sekadar agenda rutin.
“Rakerda ini adalah ruang refleksi, pembenahan, dan penguatan komitmen. Kita hadir bukan hanya untuk berbicara kemenangan, tetapi untuk memperbaiki diri dan memperkuat fondasi partai,” ujar Bambang.
Melalui tema “Penguatan Struktur dan Kader Partai Demokrat Menuju Partai yang Kuat, Berintegritas, dan Berkapasitas”, Bambang mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak pada politik pragmatis. Menurutnya, kekuatan Demokrat harus lahir dari nilai, bukan sekadar dari pencapaian elektoral.
“Kemenangan tanpa ideologi hanyalah kebanggaan semu. Kita ingin membangun partai yang kokoh dari dalam, bukan yang hanya tampak kuat dari luar,” tegasnya.
Bambang juga mengajak jajaran DPD, DPC, hingga PAC untuk mengesampingkan ego sektoral dan bekerja dalam satu visi, yakni menghadirkan Demokrat sebagai partai yang kembali dekat dengan rakyat.
“Masyarakat hari ini butuh harapan baru. Kita harus hadir dengan politik yang menyejukkan, politik yang dijalankan dengan hati dan integritas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Rakerda harus menjadi titik awal kebangkitan Demokrat Kaltim. Kader diminta aktif turun ke lapangan, membawa program, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Rakyat tidak menunggu janji, mereka menunggu bukti. Mari satukan langkah dan jadikan Rakerda ini awal dari energi baru untuk membesarkan Demokrat,” serunya.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan arti penting Rakerda dalam perjalanan organisasi partai secara nasional.
Herman menyebut bahwa Rakerda merupakan amanat AD/ART partai, dan pada tahun 2025 seluruh DPD Demokrat di Indonesia menggelar Rakerda secara serentak sebagai persiapan memasuki fase konsolidasi selama dua tahun ke depan.
“Partai tidak boleh berhenti setelah pemilu. Rakyat harus terus merasakan keberadaan Demokrat melalui kerja nyata. Partai tidak boleh diam, tidak boleh vakum, apalagi koma,” tegas Herman.
Dalam forum ini, Herman juga menyampaikan sejumlah arah kebijakan baru hasil revisi AD/ART, termasuk pembentukan Badan Logistik, Badan Saksi Nasional, dan Badan Saksi Daerah, yang akan berkoordinasi melalui BPOKK.
Selain itu, mekanisme pemilihan pemimpin partai kini berubah. Ketua DPD dipilih oleh para Ketua DPC, dan Ketua DPC dipilih oleh para Ketua PAC.
“Kita sudah menetapkan tahun 2026–2027 sebagai tahun konsolidasi, bukan tahun kontestasi. Ini saatnya memperkuat kekeluargaan dan mencari figur yang layak membawa Demokrat ke arah yang lebih baik,” jelas Herman.
Ia juga menekankan pentingnya kepekaan kader terhadap dinamika masyarakat.
“Gerakan rakyat adalah cermin. Jika kita peka, kita tahu apa yang mereka rasakan. Demokrat harus hadir sebagai partai yang mendengar dan bekerja, bukan sekadar berbicara,” pungkasnya.
Rakerda 2025 ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar Partai Demokrat Kaltim untuk memperkuat organisasi, merapikan struktur, serta mempersiapkan langkah strategis menyongsong Pemilu 2029. (Rfh)
Editor: Ang



