Halili Adinegara Dorong Penyelesaian Drainase dan Air Bersih di Gunung Samarinda

Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 bersama Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara.

BALIKPAPAN — Malam Minggu (19/10/2025) di RT 28, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan warga berkumpul mengikuti kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026 bersama Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, yang kembali turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Dialog Warga beberapa waktu sebelumnya, di mana sejumlah persoalan seperti air bersih, drainase, dan kondisi jalan lingkungan menjadi keluhan utama.

Untuk mempercepat penyelesaian, Halili menghadirkan langsung sejumlah instansi teknis seperti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur keamanan setempat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Saat dialog pertama, warga mengeluhkan air keruh di wilayah ini. Saya langsung koordinasikan ke PTMB dan mereka segera menindaklanjuti. Sekarang sudah dipasang filter agar air yang mengalir ke rumah warga lebih bersih,” jelas Halili di hadapan warga.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur dasar. Ia mengungkapkan, sebagian besar jalan lingkungan di Gunung Samarinda sebenarnya telah dibangun sejak masa kepemimpinannya di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Namun, masih ada beberapa titik yang butuh penyempurnaan agar kawasan tersebut benar-benar tertata.

“Dulu kami memulai dari nol, memperbaiki sedikit demi sedikit. Sekarang sudah jauh lebih baik, hanya tinggal beberapa ruas yang belum tersentuh,” katanya.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah dua titik saluran drainase yang sering menyebabkan genangan dan menimbulkan gesekan antarwarga. Halili menyebut, pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar bisa dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2026.

Selain itu, terdapat ruas jalan sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter yang belum dibeton. Ia memperkirakan, perbaikan tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp100 juta.

“Kalau semua titik ini rampung, kawasan Gunung Samarinda bisa jadi salah satu contoh wilayah dengan infrastruktur lingkungan terbaik,” ujar Halili optimistis.

Menutup kegiatan, Halili menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, tetapi bentuk nyata tanggung jawab moral terhadap konstituen.

“Bagi saya, reses adalah ruang untuk mendengar langsung suara rakyat dan memastikan setiap aspirasi benar-benar ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *