
Samarinda, Kaltimedia.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan penyerapan anggaran tahun 2025 yang hingga awal Oktober ini baru mencapai 52,61 persen.
Sektor infrastruktur menjadi perhatian utama karena dinilai sebagai faktor dominan tertundanya realisasi keuangan daerah.
Untuk mencegah terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) di akhir tahun, seluruh satuan kerja diminta mempercepat pelaksanaan proyek, terutama yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA).
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, menjelaskan bahwa meskipun realisasi keuangan masih di kisaran 52 persen, progres fisik di lapangan sudah melampaui angka tersebut.
“Secara fisik progres sudah sekitar 66 persen. Jadi kami masih cukup optimis target serapan bisa tercapai di akhir tahun,” ujarnya di Samarinda, Senin (13/10/2025).
Menurut Muzakkir, capaian ini terbilang lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, ia mengakui bahwa tahun anggaran kali ini menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat adanya tiga kali perubahan anggaran, termasuk penyesuaian terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan kegiatan.
“Tahun ini tantangannya memang berbeda. Karena ada beberapa penyesuaian besar, kita baru bisa tancap gas di pertengahan tahun,” jelasnya.
Selain itu, mekanisme pembayaran proyek yang berbasis progres fisik juga menjadi salah satu penyebab lambatnya serapan anggaran. Pencairan dana hanya dapat dilakukan setelah laporan pekerjaan diverifikasi.
Muzakkir menambahkan, beberapa kontraktor dengan kemampuan finansial kuat memilih untuk menagih pembayaran sekaligus di akhir proyek, sehingga berpengaruh pada data serapan di pertengahan tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk menuntaskan berbagai proyek strategis menjelang akhir tahun.
“Menjelang akhir tahun, arahan utamanya jelas: percepatan. Kita harus pastikan semua pekerjaan selesai sesuai target,” tegasnya.
Untuk mengejar ketertinggalan, Aji membeberkan sejumlah langkah taktis di lapangan, antara lain dengan menambah jumlah tenaga kerja, memobilisasi alat berat tambahan, serta menerapkan sistem kerja shift malam di beberapa proyek.
“Percepatan hanya bisa dilakukan di lapangan. Jadi kami tambah pekerja, tambah alat, dan atur jadwal kerja hingga malam hari bila memungkinkan,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang





