
Samarinda, Kaltimedia.com – Sosok Muhammad Akbar Yusuf membuktikan diri bukan hanya piawai meracik kopi, tetapi juga tangguh di atas matras karate. Karateka asal Samarinda itu sukses meraih medali perak dalam Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI 2025 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (24/9/2025).
Akbar harus puas di posisi kedua setelah kalah di partai final melawan atlet asal Nusa Tenggara Timur, Lorenso Daseto Rodriquez. Meski begitu, perjalanan Akbar menuju podium tetap patut diapresiasi. Ia mampu menyingkirkan sejumlah lawan tangguh sejak babak awal, termasuk menundukkan Trio Anygrah dari perguruan LEMKARI Garuda TNI dengan skor 2-0.
“Saya bersyukur atas capaian terbaru saya di ajang nasional ini,” ucap Akbar.
Prestasi ini menambah deretan medali yang sudah ia koleksi dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Akbar pernah meraih juara 1 Walikota Cup, juara 2 Kejurnas Inkanas, juara 1 Piala Pangdam, hingga juara 3 Kejuprov Piala Gubernur kategori senior putra.
Kecintaan Akbar pada karate berawal sejak kelas 3 SD. Meski sempat ingin berhenti saat kelas 6, dukungan ayahnya yang juga mantan karateka bersabuk hitam membuatnya bertahan hingga kini.
Selain berlatih karate, Akbar juga bekerja sebagai barista di salah satu kafe di Samarinda. Ia mengaku kerap kesulitan membagi waktu antara bekerja dan berlatih.
“Kerja jadi barista tantangannya membagi waktu dengan latihan. Tapi saya harus bisa, supaya tetap berprestasi dan bisa membawa nama Indonesia ke level internasional,” katanya.
Dengan segudang prestasi, Akbar menaruh cita-cita untuk menjadi anggota Polri atau TNI. Baginya, karate bukan sekadar olahraga, melainkan jalan untuk membentuk disiplin, mental, dan tekad dalam menggapai mimpi.
“Sejak kecil saya ingin jadi polisi atau tentara. Motivasi saya sederhana, ingin mengabdi pada masyarakat dan membanggakan orang tua,” ujarnya. (Dy)
Editor: Ang





