
Paser, Kaltimedia.com – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Kabupaten Paser melanjutkan program penyerapan gabah kering panen (GKP) setelah menerima tugas tambahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyerapan dilakukan terhadap gabah petani di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Bulog Kantor Cabang Paser, Muhammad Mukhlis, menyebut pihaknya menerapkan sistem jemput bola untuk membeli gabah langsung dari petani lokal. Harga yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram untuk GKP, sementara beras premium dibeli Rp12.000 per kilogram di pintu gudang Bulog.
“Ini penugasan sudah kita terima dan siap dijalankan sesuai ketentuan dan kualitas yang dipersyaratkan. Reguler sudah berjalan sejak awal tahun, dan pada September ini kami dapat tugas tambahan dari Bapanas sampai Desember,” kata Mukhlis, Rabu (24/9/2025).
Bulog Paser juga mengantisipasi potensi harga gabah yang dibeli tengkulak di bawah Rp6.500 per kilogram. Petugas turun langsung ke lapangan untuk mengecek kualitas, sehingga petani tetap bisa menjual hasil panen dengan harga yang layak.
Mukhlis menegaskan kebijakan ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan.
“Tujuan besarnya sesuai arahan Presiden, yaitu kedaulatan pangan, memperluas lahan, mencegah alih fungsi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan penggilingan lokal,” jelasnya.
Hingga September 2025, Bulog Paser mencatat capaian serapan gabah mencapai 196 persen atau hampir 13 ribu ton, melebihi target berdasarkan data panen. Sementara untuk Kaltim dan Kaltara, capaian serapan tercatat 135 persen.
“Artinya semangat petani meningkat. Target serapan bahkan bisa sampai 200 persen,” tambahnya.
Selain menjaga harga gabah tetap stabil, Bulog Paser juga menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengendalikan harga beras yang mulai naik di pasaran. (Dy)
Editor: Ang





