Warung Makan Legend Bu Sum Dilahap Api, 16 Jiwa Terdampak

Foto: Kebakaran yang melanda Jalan Gunung Kinibalu. Sumber: Rfh.
Foto: Kebakaran yang melanda Jalan Gunung Kinibalu. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Suasana siang di kawasan padat penduduk Jalan Gunung Kinibalu, RT 7, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, mendadak panik pada Sabtu (20/9/2025).

Api tiba-tiba membesar dan melalap dua bangunan tempat usaha, masing-masing sebuah warung makan dan toko kelontong di sampingnya.

Kebakaran yang diperkirakan bermula sekitar pukul 12.15 Wita itu membuat warga berhamburan keluar rumah. Api diduga berasal dari ledakan tabung gas di dapur Warung Makan Bu Sum. Hanya dalam hitungan menit, kobaran api semakin membesar dan mengancam permukiman sekitar.

Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkar Kota Samarinda, Wishnu, menjelaskan pihaknya langsung menurunkan dua posko dengan enam unit mobil pemadam begitu menerima laporan.

“Begitu tiba di lokasi, api sudah cukup besar. Alhamdulillah dengan kerja sama semua pihak, dalam waktu sekitar 40 menit api bisa dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah warga yang lain,” jelasnya.

Selain dari Disdamkar, penanganan di lapangan juga melibatkan 11 unit fire truck dari relawan dan PMK swasta, ditambah dukungan BPBD serta tenaga medis. Namun, proses pemadaman sempat terkendala oleh padatnya kerumunan warga yang menonton di sekitar lokasi.

“Secara teknis tidak ada hambatan besar, hanya perlu waktu ekstra karena banyak masyarakat yang menutup jalan. Untungnya ketersediaan air lancar, meski sempat turun hujan ringan,” tambah Wishnu.

Meski penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian, dugaan awal tetap mengarah pada ledakan tabung gas.

“Informasi awal memang dari dapur, kemungkinan ada ledakan tabung gas. Tapi tetap harus ada pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya menegaskan.

Data sementara menyebutkan, sedikitnya empat kepala keluarga dengan total 16 jiwa terdampak dalam musibah ini. Tidak ada korban jiwa, namun seorang relawan mengalami luka di tangan saat membantu proses pemadaman.

Untuk mencegah risiko susulan, PLN sempat memutus aliran listrik di sekitar titik kebakaran. Hingga malam hari, lokasi kejadian masih dijaga aparat kepolisian dan relawan demi memastikan keamanan warga sekitar. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *