
Samarinda, Kaltimedia.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pembangunan masyarakat.
Menurut Puji, perempuan tidak harus masuk ke ranah politik praktis untuk berkontribusi. Pemahaman terhadap hak, kewajiban, dan peran sosial sudah cukup menjadi modal dalam mendorong perubahan.
“Banyak jalur bagi perempuan untuk berkontribusi. Yang utama adalah kesadaran bahwa setiap langkah kecil bisa memberi dampak besar,” ujarnya pada Selasa (9/9/2025).
Puji menilai perangkat hukum terkait pemberdayaan perempuan sudah tersedia. Kini tantangannya ada pada implementasi agar tidak berhenti sebatas aturan di atas kertas.
Sejumlah studi menunjukkan perempuan di Samarinda masih menghadapi persoalan serius, seperti tingginya angka pekerja informal perempuan yang rentan terhadap eksploitasi dan kurangnya perlindungan hukum.
Hal ini menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, legislatif, dan komunitas masyarakat untuk menghadirkan kebijakan yang ramah gender.
Selain itu, kesenjangan dalam akses pendidikan dan pelatihan juga turut membatasi ruang gerak perempuan.
Padahal, dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan, potensi yang mereka miliki bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor UMKM.
Ia juga menekankan, peran perempuan di lingkup keluarga merupakan pondasi utama. Kehadiran seorang ibu dalam membimbing anak dan menjaga keharmonisan keluarga, katanya, berpengaruh langsung pada kualitas masyarakat.
“Ketahanan keluarga adalah basis pembangunan. Dari sana lahir generasi yang sehat, cerdas, dan siap membawa perubahan,” tuturnya. (Rfh)
Editor: Ang





