DPRD Samarinda Tindaklanjuti Keluhan Warga soal Truk Sampah di Gunung Mangga

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Kaltimedia.com, Samarinda – Keluhan warga Gunung Mangga, Jalan Otto Iskandardinata, terkait bau tak sedap dari truk pengangkut sampah akhirnya sampai ke telinga DPRD Kota Samarinda.

Aduan tersebut mecuat lantaran warga resah akibat cairan sampah kerap menetes di jalan, terutama ketika truk melintas di jalur menanjak.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya banyak menerima aduan dari masyarakat terkait persoalan ini.

Kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi dan perlu segera ditangani Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

“Warga sudah mengadu ke kami. Mereka merasa terganggu dengan bau dan kondisi jalan yang kotor akibat rembesan sampah. Pemkot melalui DLH harus segera turun tangan,” ujar Deni pada awak media pada Kamis (21/8/2025).

Politikus asal Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Samarinda Ilir, Sambutan, dan Samarinda Kota ini menuturkan, rembesan sampah bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga bisa menimbulkan resiko kecelakaan lalu lintas jika tidak segera dibersihkan.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat, bukan sekadar masalah teknis. Kami DPRD tentu akan mengawal agar aduan warga mendapat tindak lanjut,” tegasnya.

Menurut Deni, titik paling rawan ada di jalur menanjak. Ketika truk mendaki, sampah terdorong ke belakang dan air kotor ikut menetes ke badan jalan. Kondisi ini memperparah bau sekaligus membuat lingkungan tidak higienis.

Menindaklanjuti aduan warga, Deni tela memberikan rekomendasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pemetaan kawasan rawan tumpahan sampah. Dengan begitu, pembersihan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kita dorong DLH agar punya data kawasan yang sering kena rembesan. Kalau ada peta titik rawan, penanganannya bisa lebih terarah,” jelasnya.

Selain penanganan cepat, pihak DPRD juga mendesak Pemkot mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan memperbaiki armada angkutan sampah agar lebih aman dan tidak mudah bocor.

“Kalau armada masih dalam kondisi terbuka atau bocor, maka masalah akan terus berulang. Perlu ada perbaikan sistem pengangkutan,” pungkasnya. (Adv/Df)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *