Komite Sekolah Didorong Jadi Motor Penggerak Peningkatan Mutu Pendidikan di Kaltim

Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, hadir sebagai salah satu narasumber utama. Sumber: Rfh.
Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, hadir sebagai salah satu narasumber utama. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com — Upaya memperkuat peran komite sekolah dalam mendukung mutu pendidikan di Kalimantan Timur mendapat sorotan khusus dalam sebuah workshop pendidikan yang berlangsung di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Selasa (12/8/2025).

Acara bertajuk “Komite Sekolah: Mitra Strategis dalam Pengembangan Pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur” itu dihadiri perwakilan komite sekolah dari berbagai daerah di Kaltim, para pemangku kepentingan pendidikan, serta tokoh publik yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas komite sekolah sebagai mitra strategis satuan pendidikan, terutama dalam mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan dunia usaha.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, hadir sebagai salah satu narasumber utama.

“Walaupun acaranya di Samarinda, semangat kita hari ini menjangkau seluruh Kalimantan Timur. Komite sekolah punya peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai jembatan aspirasi antara sekolah dan orang tua, tetapi juga penggerak berbagai inisiatif untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Hetifah.

Hetifah menekankan, komite sekolah bisa menjadi penghubung yang efektif untuk menghadirkan kontribusi dari alumni, perusahaan, hingga tokoh masyarakat.

Peran ini meliputi menghadirkan narasumber profesional bagi siswa, memfasilitasi kegiatan inspiratif, hingga membekali orang tua dengan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan anak di era digital.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi orang tua agar tidak salah menilai aktivitas anak di dunia maya.

Sebagai contoh, game seperti Roblox dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran coding dan kerja sama tim, bukan semata hiburan.

Selain itu, menurut Hetifah, komite sekolah memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.

“Komite yang baik bukan hanya memikirkan anaknya sendiri, tapi semua siswa, terutama mereka yang rentan. Ketika ada anak yang butuh bantuan beasiswa atau perlengkapan sekolah, komite bisa menjadi jembatan untuk mencari dukungan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menilai komite sekolah adalah representasi penting dari orang tua.

Ia menepis anggapan bahwa komite sekolah identik dengan pungutan.

“Ada perbedaan jelas antara sumbangan dan pungutan. Sumbangan bersifat sukarela, tidak ada jumlah yang ditetapkan, dan tidak berkala. Selama prinsip ini dipegang, maka tidak masuk kategori pungutan,” tegas Asli.

Asli juga mengingatkan bahwa keterbatasan dana operasional sekolah negeri membuat kerja sama dengan masyarakat menjadi krusial.

Namun ia menegaskan, dukungan orang tua harus dilakukan tanpa paksaan dan transparan.

“Kalau ingin layanan lebih optimal, kolaborasi itu penting. Peran komite di sini adalah mengontrol dan memastikan semuanya adil,” tambahnya.

Workshop ini diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme dan kapasitas komite sekolah, sehingga keberadaannya semakin dirasakan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kaltim. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *