
Samarinda – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Samarinda diminta mempercepat serapan anggaran tahun 2025.
Permintaan itu disampaikan Komisi III DPRD Samarinda dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung pada Jumat (25/7/2025), membahas realisasi anggaran berjalan serta rencana APBD-P 2025 dan rancangan APBD 2026.
Dalam rapat yang digelar di lantai dua Gedung DPRD Samarinda itu, Kepala Damkar Hendra AH memaparkan bahwa dari total pagu anggaran Rp33 miliar, baru sekitar 51 persen yang terserap hingga pertengahan Juli.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan peralatan pemadam, pelatihan personel, serta kebutuhan penyelamatan darurat.
Komisi III DPRD Samarinda mengingatkan agar sisa waktu yang ada digunakan secara efektif, agar manfaat dari anggaran yang sudah dialokasikan bisa segera dirasakan publik. Apalagi, kebutuhan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan permukiman di kota ini.
Dalam pembahasan anggaran perubahan dan rancangan tahun depan, dewan mendorong agar perencanaan program dilakukan secara lebih terukur dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, terutama menyangkut pencegahan dan edukasi kebakaran.
“Jangan hanya fokus ke pemadaman, upaya pencegahan dan penyadaran masyarakat juga harus menjadi bagian dari prioritas,” ujar Ketua Komisi III Deni Hakim Anwar saat rapat.
Dewan juga meminta Damkar meningkatkan kolaborasi dengan instansi lain agar pelaksanaan program berjalan efisien dan tepat sasaran. Hal ini dianggap penting untuk mendukung capaian target kinerja sekaligus memastikan tidak ada anggaran yang mubazir.
Mereka juga menyoroti perlunya memperkuat sistem pelaporan dan evaluasi secara berkala agar potensi hambatan bisa segera diatasi. Dengan begitu, setiap belanja pemerintah benar-benar membawa manfaat langsung ke masyarakat.
“Kita ingin uang rakyat ini digunakan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk belanja alat, tapi juga meningkatkan pelayanan dan kesiapan petugas di lapangan,” tegasnya.
Politikus asal Gerindra itu memastikan akan terus mengawasi kinerja anggaran Damkar, terutama di sisa tahun berjalan, agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai harapan.
“Ini bukan soal realisasi semata, tapi soal seberapa sigap kita melindungi warga dari ancaman kebakaran. Itu yang paling penting,” tandasnya. (Adv)





