Kaltim Turunkan Ratusan Atlet di Kejuaraan Internasional: Bukti Nyata Regenerasi Taekwondo Benua Etam

Foto: Gubernur Kaltim Lakukan Pukulan ke Papan, Sebagai Tanda Pembukaan East Borneo International Taekwondo Championship 2025. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Kalimantan Timur (Kaltim) tak main-main dalam membuktikan diri sebagai salah satu poros kekuatan taekwondo nasional.

Melalui ajang bergengsi 2nd East Borneo International Taekwondo Championship 2025, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kaltim menurunkan sekitar 400 atlet dari berbagai dojang dan klub yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di wilayah ini.

Kejuaraan yang berlangsung di GOR Segiri Samarinda, 17–20 Juli 2025, ini tidak hanya menjadi panggung persaingan internasional, tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan dan regenerasi atlet muda Kaltim menjelang berbagai kejuaraan besar di masa mendatang, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser tahun 2026.

Ketua Pengprov TI Kaltim, Aidin Subihartanto Hadi, menjelaskan bahwa atlet-atlet Kaltim ambil bagian di 18 kelas pertandingan pada tiap kategori baik pomsae maupun kyorugi, yang mencakup kelompok usia pra kadet, kadet, dan junior.

“Dari total 920 peserta, sekitar 400 berasal dari Kaltim. Ini sekaligus menjadi ajang uji coba bagi atlet-atlet muda kita sebelum tampil di Porprov mendatang,” kata Aidin, Kamis (17/07/2025).

Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh atlet dari 15 provinsi di Indonesia, 58 dojang dari Kaltim, serta kontingen dari Malaysia, Korea Selatan, dan Filipina, menjadikannya sebagai salah satu turnamen taekwondo terbesar dan paling bergengsi di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Aidin, regenerasi atlet di Kaltim menunjukkan tren yang menjanjikan. Ia menilai, meskipun para atlet senior yang pernah berlaga di PON mulai memasuki masa pensiun, justru muncul bibit-bibit muda yang menunjukkan potensi luar biasa.

“Generasi senior sudah mulai berkurang. Tapi junior sekarang banyak yang punya potensi bagus. Lewat berbagai event di 2023–2024, performa mereka sangat membanggakan,” jelasnya.

Salah satu indikatornya adalah hasil dari Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) sebelumnya, di mana atlet-atlet Kaltim berhasil menyumbangkan empat medali emas.

Prestasi ini, menurut Aidin, menjadi bukti bahwa regenerasi berjalan dengan baik dan arah pembinaan sudah sesuai jalur.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pengprov TI Kaltim juga mulai menerjunkan tim talent scouting, guna menjaring atlet-atlet muda potensial dari daerah.

Bahkan, Aidin mengungkapkan rencana besar untuk meningkatkan kapasitas pelatih dan atlet dengan mendatangkan pelatih dari Korea Selatan, negara yang dikenal sebagai kiblat taekwondo dunia.

“Kami ingin mendatangkan pelatih langsung dari Korea. Harapannya bisa mempercepat peningkatan teknik dan mental tanding atlet-atlet kita,” pungkasnya.

Dengan semangat tinggi, dukungan penuh, dan pembinaan berkelanjutan, Kalimantan Timur kini tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga aktor utama dalam peta perkembangan taekwondo Indonesia.

Dari GOR Segiri, semangat juang atlet muda Kaltim menyala untuk menatap panggung nasional dan internasional. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *