
BALIKPAPAN – Balikpapan Esport Championship resmi bergulir pada Senin (5/4/2021). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Esport Indonesia (ESI) Kota Balikpapan ini berlangsung di Atrium Plaza Balikpapan dan akan berlangsung hingga 21 April 2021 mendatang.
Sebanyak 60 tim ambil bagian untuk memperrbutkan total hadiah sebesar Rp 15 Juta. Dikatakan oleh Ketua Pengcab ESI Balikpapan, Miftha Fathi Resqi Utami atau biasa disapa Tami bahwa dirinya cukup senang melihat antusiasme tim esport yang ikut dalam kegiatan tersebut.
“Diluar ekspetasi karena memang diawal kita target 60 ternyata ada banyak yang daftar. Namun tetap kami batasi karena dalam kondisi pandemi seperti ini,” ungkapnya.
Untuk saat ini memang jelasnya yang dipertandingkan untuk divisi game PUBG. Kedepan, ungkap Tami ESI Balikpapan juga akan menggelar turnamen untuk divisi lainnya.
“Untuk saat ini memang baru PUBG, namun kedepan kita juga akan pertandingkan game Mobile Legend. Talenta di Balikpapan ini sangat luar biasa, kedepan juga akan kita siapkan untuk sambut Pra-Porprov,” serunya.
Senada dengan hal tersebut, Mat Jayus selaku perwakilan ESI Kaltim, Kabid Organisasi dan Daerah mengatakan kekagumannya atas antusiasme peserta. Menurutnya kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi seleksi dan potensi atlet esport dari Balikpapan.

“Kegiatan hari ini luar biasa. Infonya dalam 3 hari diumumkan, slot peserta sudah penuh dan lebih. Tidak mampu menampung, yang awal disiapkan 60 slot dalam 3 x 24 jam. Artinya ini juga jadi kesempatan kita untuk seleksi dan pembinaan atlet jelang Porprov kedepan.
Jelasnya sejauh ini kepengurusan ESI di Kaltim sudah aktif dan menggelar serangkaian kegiatan. Hal tersebut twntu untuk menggali potensi para atlet esport ditiap daerah.
Memang, esport nantinya akan dipertandingkan pada Pra-PON (Pekan Olahraga Nasional) dengan kualifikasi 7 gamr dan 21 kategori. Karenanya Jayus berpesan kepada orang tua, bahwa saat ini esport bukan lagi hanya sebatas kegiatan bermain game saja.
Namun juga menjadi lahan prestasi dan penghasilan yang cukup membanggakan bagi sebagian orang.
“Kepengurusan seperti Kukar, Bontang, Berau kemarin sudah aktif juga gelar kegiatan seperti ini. Artinya, orang tua harus melihat secara nyata bahwa esport game tidak bisa dilihat dari sisi negatifnya saja, karena saat ini sudah jadi produk cabang olahraga. Selain jadi hobi, anak juga bisa jadi atlet. Stigma ini yang harus dirubah bagi orang tua. Bukan hanya menghabiskan waktu, nah ini lihat ada kepengurusan ESI Kaltim dan cabang lainnya,” jelasnya. (ar)





