DPRD Samarinda Evaluasi Kinerja Pansus, Fokus Penajaman Isu Strategis

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie.

Samarinda – DPRD Kota Samarinda terus memperkuat peran legislatif dengan memastikan empat panitia khusus (Pansus) yang tengah berjalan dapat menuntaskan isu-isu penting di daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan bahwa keempat Pansus telah menyelesaikan laporan kinerja enam bulanan, sekaligus mengajukan sejumlah rencana kerja lanjutan.

Menurut Novan, dari empat pansus aktif, tiga di antaranya telah mengusulkan pembentukan pansus baru. Usulan ini dinilai penting agar pendalaman isu-isu strategis dapat dilakukan secara lebih fokus, terutama dalam kaitannya dengan pengawasan kebijakan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, satu Pansus yang fokus pada penanganan pemakaman umum memilih memperpanjang masa kerja. DPRD menilai isu tersebut belum bisa dituntaskan dalam waktu yang singkat dan memerlukan pendekatan jangka panjang.

Usulan pembentukan pansus baru juga diarahkan untuk merespons isu-isu yang mencuat dari dinamika sosial dan kebutuhan warga kota. Setiap pansus akan difokuskan pada tema berbeda, sesuai dengan bidang kerja dan temuan di lapangan.

Secara khusus, Pansus IV yang berada di bawah koordinasi Komisi IV mendapatkan perhatian lebih. Pansus ini menangani persoalan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS. DPRD menilai kasus TBC dan HIV masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian lintas sektor.

“Kami fokus pada pencegahan dan penanganan TBC dan HIV/AIDS karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Novan menegaskan.

Sementara itu, Pansus III tengah menyusun rencana penataan badan jalan kota yang berkaitan dengan pelebaran jalur dan pengelolaan ruang publik. Proyeksi kerja pansus ini erat kaitannya dengan tata ruang dan kelancaran mobilitas masyarakat Samarinda.

“Kalau Pansus III mengarah ke pelebaran badan jalan dan perbaikan ruang kota, kita ingin ada pengelolaan yang tidak hanya infrastruktur tapi juga aksesibilitas,” ujar Novan.

Seluruh pansus diarahkan untuk bekerja lebih terukur dan transparan. Evaluasi secara berkala dilakukan agar capaian kerja dapat dipastikan memberikan dampak nyata kepada warga Samarinda.

“Kami ingin DPRD hadir dengan kebijakan yang responsif, bukan hanya administratif. Itu yang terus kami jaga,” tutup Novan. (Adv/Df)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *