
SAMARINDA – Setelah sukses menggelar Kejurprov U16 dan U18 beberapa waktu lalu di Samarinda, Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim sangat mengapresiasi 10 Pengcab kabupaten/kota yang bersedia mengirimkan atlet-atlet terbaiknya.
Meski Balikpapan meraih juara umum dalam kejuaraan tersebut, namun memang ajang itu untuk melihat sejauhmana pengurus daerah melakukan pembinaan terhadap atlet juniornya.
Ketua Pengprov ABTI Kaltim, Suryadi Gunawan mengatakan, olahraga ini tidak terlalu sulit untuk dibina karena bisa bermain dilapangan seperti futsal atau mini soccer.
“Sebenarnya dari 10 kabupaten/kota itu mereka membina sebenarnya. Karena ini olahraga permainan jadi gak terlalu berat pembinaannya, ibaratkan di lapangan futsal juga bisa,” ucap Suryadi.
Melihat kualitas dari hasil kejurprov yang lalu, Ia menilai Balikpapan memang menjadi barometer cabor bola tangan di Kaltim, sebab kebanyakan juga atlet PON berasal dari kota tersebut.
“Jadi 10 kabupaten/kota itu hadir di kejuaraan tersebut kelompok 16 dan 18 dan yang juara kemarin itu juaranya itu Balikpapan di kelompok 18 dia pegang putra-putri, kalau usia 16 itu dipegang Samarinda dan Balikpapan. Jadi Balikpapan yang meraih juara umum, baru Samarinda baru Paser,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suryadi menjelaskan, berdasarkan pengamatannya ada 5 daerah yang menonjol dalam hal pembinaannya.
Hal itu terlihat dari kualitas atlet saat bertandingan yang dikatakannya bisa bersaing dengan atlet senior. Sehingga para atlet junior tersebut harus lebih mengasah kemampuannya lagi dalam program latihan.
“Jadi sekarang yang pembinaan memungkinkan dan berkesinambungan dan bagus itu seperti Paser, Samarinda, Balikpapan itu termasuk juga Kutim dan Kukar itu bagus pembinaannya. Ada 5 daerah yang betul-betul potensi atletnya bagus dan memang saat usia 16 kemarin sudah bagus-bagus mainnya mirip senior mereka bahasa tekniknya bagus, fisiknya bagus, mentalnya bagus,” kata Suryadi
Oleh karena itu para atlet junior membutuhkan banyak mengikuti event agar bisa menambah jam tandingnya sebagai bentuk regenerasi atlet Kaltim kedepannya.
“Makanya harapan kita, ini harus dilanjutkan dengan kejurnas dan internasional itu harus di usia gitu supaya target kedepan mau juara Sea Games atau diatasnya ya event ini jangan putus,” ujarnya berharap. (Dy)



