
Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. (Sumber foto: AFP)
TEL AVIV – Israel menyerang organisasi bersenjata Houthi. Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan penyerangan ke Houthi sebagai bentuk upaya melindungi dunia.
“Mereka tidak hanya menyerang kita. Mereka menyerang seluruh dunia. Mereka menyerang jalur pelayaran dan perdagangan internasional,” ucapnya, dikutip dari Times of Israel.
Pada Kamis (19/12/2024) dini hari, puluhan pesawat menyerang target-target milik Houthi di sepanjang pantai barat Yaman. Untuk kali pertama, serangan juga menyasar Ibu Kota Sana’a yang dikuasai pemberontak.
IDF mengatakan, 14 jet tempur bersama pesawat pengisi bahan bakar dan pesawat mata-mata terbang sekitar 2.000 kilometer (km), lalu menjatuhkan lebih dari 60 amunisi ke target militer Houthi.
Sumber militer Israel menyebutkan, serangan di Yaman ditujukan untuk melumpuhkan ketiga pelabuhan yang dipakai Houthi, kelompok yang didukung Iran. Sasarannya termasuk depot bahan bakar dan minyak, dua pembangkit listrik, dan delapan kapal tunda di pelabuhan yang dikuasai Houthi.
Serangan sebelumnya di pelabuhan Hodeida menargetkan derek untuk membongkar kiriman. Israel kini meyakini semua aktivitas di pelabuhan yang dikuasai Houthi lumpuh. “Ketika Israel bertindak melawan Houthi, Israel bertindak untuk seluruh masyarakat dunia,” imbuh Netanyahu, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat dan banyak pihak lainnya sangat memahami hal itu.
Dia menyatakan, Houthi sebagai pemberontak di Yaman adalah salah satu proksi Iran terakhir yang masih aktif setelah Hamas, Hizbullah, dan rezim Bashar Al Assad di Suriah. “(Houthi) sedang belajar dan mereka akan belajar dengan cara sulit bahwa siapa pun yang menyerang Israel akan menanggung akibat sangat besar,” ancam PM Israel berusia 75 tahun itu. (kps)





