
BALIKPAPAN – Klub Borneo FC Samarinda harus rela memperpanjang tren buruk setelah ditahan imbang PSIS Semarang tanpa gol, dalam guliran kompetisi Liga 1 pekan ke-13, yang terselenggara pada Jumat (07/12/2024) kemarin, di Stadion Batakan Balikpapan.
Ditahan imbang saat bermain di kandang, Kepala Pelatih Borneo FC Samarinda, Pieter Huistra menerangkan, bahwa timnya mampu menguasai pertandingan, namun kokohnya garis pertahanan lawan membuat anak asuhnya belum bisa mencetak gol.
“Kali ini merupakan pertandingan yang sulit bagi kami untuk dimainkan. Kami tidak bisa memberikan yang terbaik juga karena tim lawan terorganisir dengan baik secara taktik. Saya pikir kami mempunyai banyak penguasaan bola. Kami mempunyai banyak umpan silang,” ucap Pieter.
Dirinya mengaku dari 3 laga terakhir menjadi catatan besar baginya untuk mengevaluasi dan memutar otak agar bisa memecahkan masalah yang terjadi dalam arena rumput hijau.
“Pada saat ini, kami tak punya serangan bahaya dalam 90 menit. Kamu lihat dalam tiga laga terakhir merupakan masalah terbesar pada saat ini. Ini adalah suatu hal yang harus kami perbaiki secepat mungkin,” katanya Pelatih asal Belanda itu.
Sementara itu legiun asing Borneo FC Samarinda dari negeri Jepang, Kei Hirose, mengaku hasil ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi kembali dalam program latihan. Sebab setelah ini akan menantang Macan Kemayoran pekan depan dan fokus berbenah.
“Kami butuh untuk mencetak gol. Mungkin jika kami bisa membuat gol dengan cepat, ini akan menjadi pertandingan yang mudah. Mungkin untuk saat ini, kami tak butuh untuk memikirkan skor dari tim lain. Saat ini, kami harus memikirkan pertandingan melawan Persija,” ujar Kei.
Menurut Kei, pertandingan berikutnya juga akan kembali sulit karena Persija adalah klub besar di Indonesia, sehingga banyal hal yang harus diwaspadai Pesut Etam nantinya.
“Tentu saja melawan Persija bukanlah pertandingan yang mudah karena kami bermain tandang. Pekan ini cukup mengecewakan, tetapi kami akan fokus untuk melawan Persija,” katanya menyebutkan.
Tren buruk ini membuat Borneo FC Samarinda gagal mendapatkan poin penuh, sekaligus belum bisa mengejar tim lain yang berada diatasnya. Sebab klub berjuluk Pesut Etam itu masih bertengger diperingkat 5 besar dengan torehan 22 poin. (Dy)





