Cegah Inflasi, TPID Balikpapan Lakukan Beberapa Upaya. Apa Saja?

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM), Kamis (24/10/2024) di Hotel Grand Tjokro Balikpapan. (HO)

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Sebagai upaya mencegah terjadinya lonjakan inflasi di Kota Balikpapan pasca deflasi Juli dan Agustus 2024 lalu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM), Kamis (24/10/2024) di Hotel Grand Tjokro Balikpapan.

Pjs Wali Kota Balikpapan, Ahmad Muzakkir menyampaikan sejumlah catatan pada High Level Meeting TPID, antara lain mengenai curah hujan, produksi lokal, dan peningkatan harga energi di pasar global.

“Kita perlu upaya untuk mengendalikan inflasi dengan membuat keterjangkauan pangan. Saya minta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan anggaran yang mendukung pengendalian inflasi,” jelas Ahmad Muzakkir usai membuka kegiatan.

Hal yang bisa dilakukan seperti kerjasama antar daerah dengan cara identifikasi potensi Kota Balikpapan. Tujuannya agar daerah lain berminat untuk melakukan kerjasama sesuai kebutuhan kota, serta memanfaatkan fasilitas penyimpanan dingin atau cool storage yang dimiliki oleh Kota Balikpapan.

“Kita maksimalkan keberadaan cool storage untuk penyimpanan. Stok pangan juga, apabila berlebih, bisa disimpan dan dipastikan terjaga kualitasnya,” tutur Ahmad Muzakkir.

Ospi lain, adalah memaksimalkan Kios Penyeimbang yang salah satunya berada di Pasar Klandasan, yang berfungsi agar dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasar dan mencegah lonjakan harga.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Balikpapan, Sri Hartini Anugraha menambahkan, deflasi yang terjadi di Kota Balikpapan beberapa bulan lalu disebabkan oleh beberapa komoditas seperti cabai dan bawang, serta transportasi udara.

“Sementara saat ini inflasi disebabkan oleh komoditi ikan laut,” jelas Sri.

Sri menambahkan, nantinya keberadaan Kios Penyeimbang diharapkan dapat membantu pengendalian inflasi. Kios Penyeimbang ini hadir bukan untuk bersaing dagang dengan pedagang, melainkan untuk menjaga jumlah aman stok barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting), sehingga dapat mengantisipasi lonjakan harga pada momen-momen tertentu yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

“Dengan keberadaannya di pasar, diharapkan harga tidak tiba-tiba naik pada momen-momen tertentu. Karena selama stoknya terjaga, harga tidak perlu naik. Dengan stok yang sudah kita jaga, tidak ada kekurangan stok barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting, red),” terangnya.

Dari upaya-upaya tersebut, diharapkan tidak ada lonjakan harga komoditas kedepannya, seperti pada September 2024 lalu, Kota Balikpapan terpantau mengalami inflasi. (adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *