
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Upacara penurunan bendera merah putih memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan pukul 17.00 Wita di halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin bertindak sebagai inspektur upacara.
Komandan upacara yang bertugas adalah Mayor Infanteri Budianto dari Kodim 0905 Balikpapan. Hadir juga masing-masing satu pleton pasukan Kodim 0905, Pangkalan Angkatan Laut, Polresta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Linmas, dan Pramuka sebagai pasukan upacara.
Prosesi penurunan bendera merah-putih dilaksanakan oleh 39 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan yang telah bertugas pada pengibaran dan penurunan ini. Keyla Rifani sebagai pembawa baki, dan Ade Dyon Khrisna Destramana, Abdul Hafiz, serta Muhammad Adzar sebagai petugas pengerek bendera.
Usai penurunan, bendera diserahkan pembawa baki bendera kepada inspektur upacara. Selanjutnya oleh Zulkipli, Assisten Bidang Pemerintahan menyerahkan bendera kepada paskibraka Olivia Christania Baitanu selaku petugas pengantar bendera yang diiringi kirab pasukan, melanjutkan perjalanan menuju rumah dinas Wali Kota Balikpapan untuk mengembalikan sang merah putih dengan penuh penghormatan.
Upacara pengibaran maupun penurunan bendera pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan prosesi kirab bendera di pagi hari, bendera dibawa dari Rumah Dinas Wali Kota Balikpapan dan dibawa kembali menuju ke sana setelah penurunan.
Diwawancarai setelah upacara, Muhaimin mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam rangkaian kegiatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Kota Balikpapan, terutama para Paskibraka Kota Balikpapan tahun 2024 yang sudah gigih menjalankan amanah dan tugasnya dengan baik.
“Mereka sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, baik saat upacara menaikkan bendera maupun saat menurunkan bendera. Saya harap, bagi mereka yang kini sudah Purna Paskibraka dapat terus memegang semangat bela negara, nasionalisme, dan kebangsaan,” harap sekda.
Proses panjang yang dilalui oleh para siswa SMA/SMK sederajat ini, mulai dari seleksi, mengikuti berbagai latihan dan pembekalan materi, hingga karantina, diyakini oleh Muhaimin dapat membawa apa yang mereka dapat selama proses tersebut ke masyarakat.
Harapan besar, lanjut dia, ada pada generasi penerus Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan. Momen upacara perdana di Ibu Kota Nusantara (IKN) seharusnya dapat menjadi semangat bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Beriman.
“Karenanya harus siap untuk bersaing dan mengejar ketertinggalan di era kemerdekaan yang ke-79 ini,” ucapnya. (adv)



