
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Dalam rangka menjelang hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda melakukan serangkaian persiapan penyelenggaraan angkutan laut agar masyarakat dapat menggunakan jasa transportasi laut dengan aman, nyaman dan terkoordinasi.
Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Mursidi menyampaikan terkait antisipasi lonjakan penumpang serta persiapan petugas jelang Nataru.
“Yang perlu kita siapkan pertama adalah faktor keselamatan kapal sendiri yaitu dengan mengadakan pemeriksaan (Ramp Check), itu kita lakukan sebelum persiapan posko. Setelah itu adalah menyiapkan prasarana di darat, kemudian posko. Kita juga koordinasi dengan Pelindo, Operator kapal juga seperti itu, supaya penumpang/masyarakat yang akan menggunakan jasa transportasi laut itu merasa nyaman, dan berangkat juga aman,” tuturnya.
Ia juga mengatakan selain melakukan ramp check sarana dan prasarana kapal penumpang di Pelabuhan Samarinda, pihaknya juga memastikan kesiapan petugas melalui koordinasi guna memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.
“Jadi juga kesiapan-kesiapan kita dengan petugas-petugas selalu memantau, sehingga pada saat kegiatan mudik natal dan tahun baru ini, masyarakat bisa menikmati perjalanan dengan santai, mereka merasa aman dan nyaman,” tambahnya.
Terkait penumpukan penumpang pada puncak arus mudik nanti, akan terus dipantau hingga estimasi puncak arus mudik.
“Kita akan lihat di tanggal 23-24 nanti, tapi kita sudah antisipasi mulai dari terminal, kita siapkan tempat mungkin ada penumpang yang belum terangkut atau sedang menunggu kapal, begitu juga kapalnya,” terangnya.
Untuk armada yang beroperasi masih sama yaitu, KM Queen Soya, KM Prince Soya, KM Pantokrator, KM Adithya, dan KM Tanjung Manis.
“seperti yang saya tadi bilang tujuannya sama, ke Pare-pare. Disini kita ada 4 kapal, jadi kita bisa alihkan penumpang-penumpang yang tidak terangkut itu ke kapal yang selanjutnya,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa terhitung hari Rabu (20/12/2023) mulai mengalami peningkatan dari data penumpang rata-rata harian biasa.
“Tercatat penumpang telah mencapai 1.599 penumpang. Jika melihat dari kebiasaan, ini sudah melebihi rata-rata penumpang biasanya. Tapi kalau melihat tanggalnya ini belum masuk dalam pemantauan kita, yang biasanya kita prediksinya di tanggal 23-24,” paparnya.
Pihaknya juga siap melakukan penambahan armada kapal navigasi jika memang diperlukan.
“Antisipasi tetap kita lakukan, tetapi untuk saat ini memang kalau untuk penambahan armada kegiatan penumpang lainnya belum kita lakukan. Tapi kita siapkan juga kapal navigasi dengan kelas satunya, kemudian kita juga berkoordinasi dengan operator-operator kapal lainnya, untuk menyampaikan jika terjadi peningkatan penumpang yang begitu tinggi misalnya,” sampainya.
Ia melihat karakteristik dari pemudik jelang Nataru memang masih dalam batasan normal tidak signifikan seperti saat mudik puasa lebaran.
“Tapi memang disini karakteristiknya untuk nataru masih dalam batasan normal, kalaupun ada peningkatan tidak terlalu signifikan. Kecuali nanti pada saat puasa lebaran, karena nanti memang tipikalnya banyak orang yang mudik untuk melakukan lebaran,” jelasnya.
Pihaknya juga melakukan antisipasi terkait lonjakan Covid varian baru dengan berkoordinasi bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta menyampaikan imbauan melalui media dan memberikan edaran kepada operator kapal untuk menjalankan protokol kesehatan demi mengantisipasi lonjakan kasus tersebut.
“Kita bekerjasama dengan kesehatan pelabuhan yang mungkin saat ini juga berkoordinasi karena memang sudah ada edaran terkait Covid dengan varian baru tersebut, kita juga sudah membuat alternatif-alternatif dalam perencanaan dalam peningkatan itu, kita akan antisipasi,” pungkasnya. (As)





