
BALIKPAPAN – Pembayaran honor guru ngaji Balikpapan telah lunas dan diwacanakan mengalami kenaikan honor pada 2024 mendatang. Anggota DPRD Balikpapan, Asep Ahmad Sapturi menyebut isu guru ngaji ini menjadi topik hangat saat dirinya menggelar kegiatan dialog warga belum lama ini.
“Jadi peserta itu saya sengaja memfokuskan dan prioritas guru-guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ),” ucapnya.
Menurutnya, guru ngaji menjadi aset yang dimiliki oleh negara dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebagai orang terdepan dalam pemberantasan buta huruf Al Qur’an.
“Kenapa diprioritaskan, karena saya sendiri backgroundnya guru ngaji. Makanya saya berharap guru ngaji harus diberi perhatian dan mereka adalah aset terdepan pemberantasan moral anak-anak kita di Kota Balikpapan,” ungkapnya.
Di samping itu, dikatakannya, untuk memberikan perhatian. Sebab, guru ngaji ini jarang tersentuh. Dirinya mendorong Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan honor dan mensejahterakan guru ngaji di Kota Beriman ini.
“Sekarang insentif per orang itu Rp 440 ribu belum dipotong pajak 5 persen, yang dibayarkan per enam bulan. Dulu 2022 itu tiga bulan sekali. Ya kalau bicara kalah, jauh banget. Saya pernah meminta tolong kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk menaikan honornya. Sebab saya mencoba Kabupaten PPU pada waktu dulu, honor guru ngaji Rp 750 ribu. Yang dulu kami masih terima sekitar Rp 300 an ribu, sedangkan Samarinda Rp 900 ribu. Mungkin sekarang mereka lebih besar. Pada 2024 nanti, Pemkot Balikpapan akan naikkan honor guru ngaji sebesar Rp 550 ribu. Alhamdulillah, kita harus bersyukur,” pungkasnya. (Adv)





