
SAMARINDA – Pengurus Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (PABSI Kaltim) melaksanakan agenda Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada Kamis (10/08/2023), di Ruang Rapat lantai II KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.
Ketua Harian cabor Angkat Besi Kaltim, Hendra R. Ary mengatakan jika rapat tersebut membahas evaluasi hasil Pra PON di Bengkulu menjadi sorotan utama.
“Mengevaluasi hasil kegiatan 2023 yaitu berkaitan dengan hasil Pra PON angkat besi kemarin itu kita menduduki juara umum ke 3 dengan perolehan 1 emas 1 perak 4 perunggu dan 5 yang lolos jadi total 11 yang lolos PON dari 17 atlet yang dikirim itu yang di evaluasi,” ucap Hendra.
Evaluasi tersebut perlu dilakukan, sebab menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXU/2024 di Aceh dan Sumut mendatang perlu persiapan yang matang.
“Untuk persiapan tahun 2024 akan mempersiapkan atlet yang lolos PON ini agar bisa lebih maksimal dalam meningkatkan performanya di dalam mengikuti TC, dan persiapan mengikuti PON Aceh,” katanya.
Lebih lanjut, Hendra menerangkan evaluasi nanti memgacu pada program primosi degradasi jika ada atlet yang mengalami penurunan performa. Bahkan pengcab kabupaten/kota yang hadir sudah sepakat dengan program tersebut.
“Jadi harapan kami atlet yang lolos ini masih bisa bertahan tapi tidak menutup kemungkinan mereka bisa kami promdeg ketika tidak mampu meningkatkan prestasinya, kita evaluasi terus itu menjadi kesepakatan kabupaten Kota,” kata Hendra.
Selain itu juga membahas mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan terselenggara di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang. Di mana Balikpapan meminta menjadi tuan rumah menggulirkan cabor angkat besi, namun perlu melakukan koordinasi dengan Paser.
“Jauh-jauh hari kita merumuskan Porprov ke-8 2026 yang di Paser tapi ada Balikpapan menginginkan Porprov angkat besi di sana makanya saya coba menyampaikan ke mereka yang menginginkan menjadi tempat pelaksanaan tolong buat surat karena tuan rumah ini Paser tapi tidak menutup kemungkinan di laksanakan di Balikpapan ketika venue di Paser tidak tersedia,” ujarnya. (Dy)





