
Samarinda, Kaltimedia.com – Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian acara talkshow “Mencegah Stunting Menuju Generasi Kuat dan Cerdas”. Kegitan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (24/9/2022).
Ketua MUI Kaltim menjelaskan, Ilmu Syariah dalam Islam ada dalam 5 kelompok, salah satunya adalah memelihara generasi penerus selanjutnya, termasuk pernikahan. Perkawinan berpengaruh pada generasi selanjutnya. Dalam Al Quran Surah Annisa ayat 9 mengingatkan agar keturunan manusia jangan sampai lemah. Yang berpengaruh pada masa depan generasi penerus, termasuk praktek pernikahan dini.
Rasyid menjelaskan bahwa selain permasalah gizi, pertumbuhan yang lambat pada anak atau stunting juga bisa terjadi karena pernikahan dini, di mana orang tua belum memiliki edukasi atau pemahaman yang memadai tentang merawat anak sehingga pertumbuhan anak berpotensi menjadi terhambat.
“Kultur Kawin usia dini, bisa berdampak pada pelemahan generasi penerus,” kata Rasyid.
Menurutnya tema yang diangkat yakni mencegah stunting menjadi tema yang selalu hangat didiskusikan, dan menjadi hal yang serius untuk dituntaskan, “bahkan menjadi salah satu bahan debat calon presiden RI pada tahun 2019,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita ikut menjelaskan bahwa, program di Kementerian Kesehatan diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur hingga 14 % pada tahun 2024 mendatang.
“Sedangkan data stunting di Kalimantan Timur pada saat ini masih sebesar 26%, sementara program di Kementerian Kesehatan diharapkan angka stunting di Kalimantan Timur bisa turun sampai 14 % pada tahun 2024,” tutupnya. (titi)



