
BALIKPAPAN – Usaha Milik Rukun Tetangga (UMRT) bisa jadi penyelamat bagi Haji Duppa pedagang di Pasar Balikpapan Permai. Pria yang juga ketua RT 35 Kelurahan Damai itu sudah cukup lama bermitra dengan Rahmad Mas’ud Center (RMC).
“Dalam sebulan itu kalau beras habis 100 sak untuk yang 5 kilo. Harganya sama saja dengan di pasar, cuma kan ketersediaan barang itu yang bagus,” kata Duppa usai menghadiri launching UMRT.
Dalam sebulan itu Haji Duppa bisa meraih keuntungan bersih hingga Rp 2 juta per bulan. Duppa memilih bermitra dengan RMC lantaran memang sangat membutuhkan ketersediaan bahan pokok, terutama beras.
“Karena istri jualan nasi kuning jadi ya bermitra saja. Kan lancar aja dikirim terus beras kalau habis. Sehari kadang tiga sak beras 5 kilo lah habis,” tambahnya.
Sementara itu Rahmad Mas’ud Pembina RMC menjelaskan launching UMRT dengan kios modern merupakan salah satu langkah memajukan pertumbuhan ekonomi di Balikpapan.
“Program dari UMRT ini yang kemarin melalui beras tingkat RT, sekarang kita berikan kios. Saat ini baru 15 RT dari target 600 RT. Karena masih launching dan tahap pembangunan saat ini. Jadi nanti kita targetkan disetiap RT ada kios UMRT. Karena ini membantu pemerintah dalam menekan inflasi,” kata Rahmad.
Rahmad menegaskan kepada RT yang mendapatkan program kios modern UMRT ini dapat menjaga kepercayaan karena usaha ini semua modal ditanggung RMC.
“RT yang dapat kios ini tidak pakai modal. Dijual standar kami tinggal kasih margin ke pengelola kios modern. Sumber dana itu diambil dari bagian zakat infaq, sedekah keluarga besar RMC. Mudah-mudahan dari zakat ini merupakan zakat yang produktif,” jelasnya. (rif)



