
BALIKPAPAN – Musyawarah Cabang Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Balikpapan berjalan lancar pada Ahad (18/9/2022) di Hotel Grand Jatra Balikpapan. Drg.Patar Jackson terpilih sebagai Ketua PDGI Balikpapan periode 2022-2025.
Dia meneruskan kepemimpinan Drg.Muhammad Husdiari MARS sebagai Ketua PDGI Balikpapan periode 2017-2022.
“Muscab ini salah satu bentuk pentingnya regenerasi di organisasi yang harus berjalan agar tetap eksis dan berjalan sesuai koridor yang ditentukan,” kata Drg.Muhammad Husdiari MARS, Ketua PDGI Balikpapan periode 2017-2022.
Pada muscab tersebut diikuti setidaknya 165 dokter gigi yang tergabung sebagai anggota PDGI. Muscab juga diselingi kegiatan seminar ilmiah yang tentunya bisa menjadi nilai tambah anggota PDGI Balikpapan dalam pemenuhan satuan kredit profesi (SKP) untuk nilai plus pengembangan profesi di seminar ilmiah.
“Musyawarah mengangkat tema regenerasi organisasi sebagai mewujudkan eksistensi dalam upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Di Era society yakni memadukan peran manusia dalam perkembangan teknologi yang ada. Teman-teman PDGI bisa beradaptasi dan berkompetisi dan berinovasi di tengah zaman yang tidak pasti saat ini,” tambah Drg.Husdiari.
Husdiari pun berharap dengan terpilihnya Drg.Patar Jackson sebagai Ketua PDGI Balikpapan yang baru bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab yang baik. Mengingat saat ini jumlah dokter gigi di Balikpapan sebanyak 235 yang tentunya menjadi kekuatan tersendiri bagi PDGI Balikpapan.
Sementara itu Ketua terpilih, Drg.Patar Jackson mempunyai rencana ke depan yakni melaksanakan program kerja baik sesuai dengan yang ditetapkan pada muscab. Penyusunan program nantinya akan ditentukan dan laksanakan pada rapat kerja pertama.
“Prinsipnya akan kita mengembangkan potensi jauh lebih maksimal. Kesejahteraan anggota, perlindungan anggota juga meningkatkan profesionalisme kompetensi dokter gigi,” kata Drg.Patar Jackson.
Di sisi lain dokter gigi dikatakan Patar mempunyai tanggung jawab sosial dalam menekan angka penyakit gigi dan mulut. Tentunya dengan menjalani program seperti bakti sosial kepada masyarakat.
“Kita juga akan fokus di mengentaskan stunting. Karena kita sebagai dokter gigi bisa membantu menganalisa awal dari anatomi kesehatan mulutnya itu bisa diketahui dari situ anak stunting atau tidak. Bisa identifikasi dini untuk stunting, dokter gigi juga penting dalam hal identifikasi penyakit stunting,” tegasnya. (rif)





