
SAMARINDA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda mengkritisi isu RKUHP yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Mereka menganggap hal tersebut masih menjanggal, dimana ada pasal-pasal yang bermasalah dan belum berubah. Karenanya pada Rabu (6/7/2022) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda mengadakan dialog publik dan menghadirkan beberapa pembicara dari organisasi Cipayung maupun ketua BEM yang ada di Universitas Widya Gama Mahakam.
Kegiatan sendiri berlangsung secara virtual zoommeet yang dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Humas BEM Pertanian UWGM, Ayub Aristo.
Dalam kesempatan itu, ada beberapa statment yang disampaikan para pembicara. Diantaranya Firimus, Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim yang mengatakan jangan takut untuk menyuarakan suatu kebenaran mengenai RKUHP.
“Dan terkait RKUHP ini kita sebagai mahasiswa akan terus kita kawal untuk keberlangsungan masa depan bangsa, karena masyarakat adalah ibu kandung kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Yohanes, ketua PMKRI Samarinda menyebut keadaan negara saat ini sedang tidak baik-baik saja. Karenanya sebagai mahasiswa agen of change mereka perlu mendorong, mengawal seluruh elemen untuk menolak kebijakan tersebut.
“Ini lebih ke kepentingan para elit,” sebutnya.
Senada dengan hal tersebut, Richardo Ketua GMNI Samarinda mengatakan perlu mengkawal mandat reformasi atau suatu kebijakan yg mempersulit keberlangsungan hidup bangsa. Ada juga Frengky, sekretaris umum HMI Samarinda yang menilai masih banyak memiliki pasal pasal yang bermasalah dan belum berubah dari draft sebelumnya yang dikeluarkan pada 2019.
“Maka dari pada itu kami menilai bahwa DPR tidak mempertimbangkan apa yang telah disuarakan dari tahun 2019 ini, maka dari itu hanya ada satu cara untuk berekspresi dari keadaan ini, yakni mari bersama sama berjuang untuk menolak adanya RKUHP,” serunya.
Ditambahkan Jumardi, Wakil Ketua Bem Hukum UWGM menyampaikan mahasiswa harus lah mengawal terkait RKUHP dengan memberikan Edukasi ke pada masyarakat terkait isu RKUHP. Diakhir, Ketua Bem Pertanian UWGM Edhyson menyampaikan tujuan diadakan diskusi tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa. Karenanya isu tersebut perlu diedukasikan kepada masyarakat luas.
“karena kami juga merasa ada beberapa pasal yang memang tidak wajar atau tidak etis,” serunya.





