Masyarakat Adat Jangan Mau Menjual Tanah Dengan Iming-iming Harga yang Tinggi

Desain IKN Nusantara

SAMARINDA – Usai diresmikannya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), anggota DPRD Kota Samarinda, Deni HA mengingatkan kepada masyarakat adat, jangan mau menjual tanahnya dengan iming-iming harga yang tinggi.

Ditemui secara langsung, dirinya mengatakan, jangan sampai warga asli Kaltim tak dapat lagi tinggal di kampung halamannya sendiri, seperti yang terjadi dengan suku Betawi di Provinsi DKI Jakarta.

“Padahal di satu sisi termarjinalnya masyarakat asli ini. sehingga mereka akhirnya membeli tanah atau rumah di luar kampung halamannya, dan itu memang pernah terjadi di DKI Jakarta,” katanya, Selasa (29/3/2022).

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Deni ini menjelaskan, IKN Nusantara saat ini dalam proses pembangunan. Sehingga masyarakat masih ada kesempatan waktu untuk menguatkan pondasi serta mempersiapkan diri ketika pemerintah otorita membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Yang kita harapkan, mereka tidak teriming-iming, kedua bisa menguatkan pondasi, bahwa masyarakat adat bisa mendapatkan porsi yang layak dan bagus di IKN,” jelasnya.

Namun, yang harus diberi catatan adalah masyarakat adat juga harus mengupgrade soft skill mereka. Melihat perkembangan dunia yang serba digitalisasi ini, tak menutup kemungkinan meraih suatu informasi sangatlah mudah.

Dengan demikian, pemerintah otorita maupun pusat ketika memberikan suatu job atau kerjaan, masyarakat daerah telah memenuhi persyaratan tersebut dan dapat bekerja di IKN Nusantara.

“Dengan catatan mereka mengupgrade diri mereka, meningkatkan skill atau kemampuan, supaya bisa mendapatkan porsi dari pemerintah. Artinya pemerintah tidak memberikan segala porsi jobnya, kalau dia tidak punya kemampuan yang diminta oleh pemerintah,” tutupnya. (advertorial)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *