Prabowo Targetkan Bunga Kredit Petani Turun Lewat Kopdes Merah Putih

Gambar saat ini: Foto: Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.
Foto: Presiden Prabowo Subianto. Sumber: Istimewa.

Jakarta, Kaltimedia.com — Presiden Prabowo Subianto menargetkan penurunan beban bunga pinjaman bagi petani dan masyarakat kecil melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dengan bunga tinggi.

Langkah tersebut disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama sejumlah tokoh yang disiarkan melalui kanal YouTube pribadinya pada Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, praktik pinjaman dengan bunga tinggi yang selama ini membelit petani merupakan bentuk ketimpangan ekonomi yang harus segera diatasi oleh negara.

“Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. Di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit. Jadi dia perlu pinjam uang. Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir. Dan rentenir itu ngeri. Dia itu 1 persen sehari,” ujar Prabowo.

Ia menilai kondisi tersebut tidak adil, terutama jika dibandingkan dengan akses pembiayaan yang lebih mudah dan murah bagi pelaku usaha besar. Pemerintah, kata dia, harus hadir memberikan solusi melalui sistem pembiayaan yang lebih berpihak kepada rakyat kecil.

“Ini adalah penindasan manusia ke manusia. Masak orang miskin dikenakan 1 persen sehari?” tuturnya.

Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah merancang skema kredit mikro dengan bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata yang berlaku saat ini. Prabowo bahkan menargetkan suku bunga bisa ditekan hingga satu digit.

“Rakyat kecil 20 persen. Saya bilang, tidak bisa. Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6 persen setahun. Bisa,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan koperasi di berbagai daerah. Fasilitas pendukung seperti gudang dan cold storage turut disiapkan guna memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini puluhan ribu koperasi telah mulai dibangun sebagai bagian dari program tersebut.

“Siapa yang mengira kita bisa bikin 80 ribu koperasi lengkap dengan gudang, lengkap dengan cold storage, lengkap dengan semua itu dalam satu tahun? Kan enggak. Kita hari ini sudah 30 ribu koperasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa potensi ekonomi Indonesia sejatinya sangat besar, namun membutuhkan pengelolaan dan pengorganisasian yang lebih optimal agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kekuatan ekonomi kita besar. Hanya tinggal diorganisir,” pungkasnya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *