
SAMARINDA – Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim meminta kepada seluruh sekolah untuk menggelarnya secara terbatas.
Yang dimana hal tersebut mengacu pada tempat-tempat lain seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran yang sudah dibuka kembali.
“Kenyataannya adalah mal, bioskop, dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadinya, sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas,” ucap Nadiem dalam Raker bersama Komisi X DPR, Senin (31/05/2021) lalu.
Mengenai hal tersebut, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor memberikan respon. Dirinya mengatakan saat ini masih memantau perkembangan kasus positif Covid-19 di Kaltim terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena dirinya tidak ingin terburu-buru melakukan kebijakan untuk memperbolehkan PTM di Kaltim.
Terkait kelas 50 persen itu, menuru orang nomor satu di Kaltim ini hal tersebut masih belum bisa dilakukan. Karena dirinya menilai jika PTM dilakukan maka potensi penyebaran Covid-19 di Kaltim semakin tinggi.
“Sampai bagaimana awal bulan Juni-Juli kalau memang belum memungkinkan kita tidak adakan,” ucap Isran Noor, Rabu (02/06/2021).
Terlebih ia melihat kesiapan masing-masing sekolah terkait protokol kesehatan selama pembelajaran. Rendahnya pengawasan terhadap prokes di pihak sekolah disinyalir menjadi alasan Isran Noor belum mengizinkan PTM.
“Sebagian kelas 50 persen saja pasti repot kita harus menyiapkan berbagai macam peralatan dan persyaratan. Kita tidak bisa menjamin bahwa pembelajaran tatap muka itu apakah bisa dijaga atau tidak,” pungkasnya. (pry)
Editor: (dy)



